Ekspor Gorontalo Naik 17,74 Persen, Jepang Jadi Tujuan Utama Perdagangan Juli 2026

Rabu, 2 September 2026 06:29 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.COM, GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat sejumlah indikator positif dalam perkembangan ekonomi daerah. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Gorontalo pada Agustus 2026 mencapai 138,46, sekaligus menjadi yang tertinggi kedua di kawasan Sulawesi setelah Sulawesi Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo dalam konferensi pers terkait perkembangan indikator ekonomi Provinsi Gorontalo.

Agus mengatakan, capaian NTUP tersebut menunjukkan perkembangan usaha pertanian Gorontalo yang relatif baik dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sulawesi. Pada Agustus 2026, NTUP Gorontalo meningkat 4,96 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan NTUP tersebut sejalan dengan peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 5,07 persen menjadi 166,67. Sementara itu, Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (IBPPBM) tercatat 120,37 atau meningkat 0,10 persen.

“Gorontalo berada di peringkat kedua setelah Sulawesi Barat. Jadi, di Sulawesi kita yang tertinggi setelah Sulawesi Barat,” ujar Agus.

Ekspor Januari-Juli Tumbuh 17,74 Persen

Selain sektor pertanian, BPS juga mencatat pertumbuhan pada perdagangan luar negeri. Nilai ekspor Gorontalo sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$47,82 juta, meningkat 17,74 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Namun, secara bulanan, nilai ekspor pada Juli 2026 tercatat US$6,90 juta, turun 22,45 persen dibandingkan Juni 2026.

Agus mengatakan penurunan nilai ekspor secara bulanan perlu dilihat bersama dengan capaian kumulatif. Menurutnya, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja ekspor Gorontalo masih menunjukkan pertumbuhan.

“Bulan Juli memang boleh turun, tetapi dibandingkan tahun lalu masih lebih tinggi. Kalau kita lihat, secara kumulatif lebih tinggi,” jelasnya.

Baca juga:

Restoran Ayam Goreng Widuran Solo Tuai Sorotan Usai Akui Gunakan Bahan Non-Halal

Ia menjelaskan, data ekspor dan impor yang disajikan BPS bersumber dari laporan perdagangan luar negeri yang dihimpun secara rutin setiap bulan. Karena itu, pencatatan dari pelaku usaha dan eksportir menjadi salah satu bagian penting dalam penyediaan data perdagangan yang akurat.

Jepang Jadi Tujuan Ekspor Terbesar

Pada Juli 2026, Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar Gorontalo dengan nilai US$4,46 juta.

Komoditas yang diekspor ke Jepang antara lain ikan dan udang/kepiting serta kayu dan barang dari kayu. Selain Jepang, ekspor Gorontalo juga ditujukan ke Jerman dengan nilai US$981 ribu dan Rusia sebesar US$416 ribu.

Untuk ekspor ke Jerman, komoditas yang diperdagangkan antara lain produk perikanan dan hasil alam, sedangkan Rusia menjadi salah satu tujuan ekspor komoditas buah serta biji dan kacang.

Agus mengatakan BPS terus memantau perkembangan perdagangan luar negeri setiap bulan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan ekspor dan impor dapat tercatat dalam data statistik secara berkala.

Baca juga:

Perayaan Kelulusan SMKN 1 Tejakula Menuai Kontroversi

“Setiap bulan kami lakukan, dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu itu naik,” katanya.

Pertumbuhan ekspor secara kumulatif hingga Juli 2026 menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas perdagangan luar negeri Gorontalo. Capaian tersebut juga menunjukkan adanya aktivitas ekspor komoditas daerah ke sejumlah pasar internasional.

Pewarta: Saad Sugai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *