Lebih dari 100 Tolangga Warnai Tradisi Maulid Nabi di Desa Bongo

Senin, 31 Agustus 2026 08:03 WITA | Ramansyah

INFO24JAM.ID, GORONTALO — Tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bongo, Kabupaten Gorontalo, berlangsung meriah dengan kehadiran lebih dari 100 tolangga yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi masyarakat setempat, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari upaya masyarakat Desa Bongo dalam mempertahankan warisan budaya Gorontalo yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman.

Tolangga yang ditampilkan masyarakat menjadi salah satu daya tarik utama dalam pelaksanaan tradisi Maulid. Keberadaan ratusan tolangga tersebut mencerminkan tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Tradisi Maulid di Desa Bongo juga memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dan budaya lokal dapat berjalan beriringan. Masyarakat tidak hanya menjadikan perayaan tersebut sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga identitas budaya daerah.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi yang menghadiri rangkaian kegiatan tersebut menilai tradisi yang dipertahankan masyarakat Desa Bongo merupakan bagian dari kekayaan budaya Gorontalo.

Baca juga:

Tampil Anggun dengan Karawo Biru, Idah Syahidah dan Sherly Tjoanda Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo

“Bagaimana kita melestarikan budaya Gorontalo yang sesuai dengan syariat agama Islam. Ini merupakan kebanggaan masyarakat Gorontalo,” ujar Sofyan.

Selain memiliki nilai budaya dan keagamaan, pelaksanaan tradisi Maulid juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kegiatan yang melibatkan banyak warga membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis budaya, termasuk penyediaan kebutuhan kegiatan dan produk masyarakat setempat.

Baca juga:

Mahasiswa Desak Polda Sulsel Tindak Tambang Ilegal di Gowa

“Selain melestarikan budaya, juga ada peningkatan ekonomi. Ini sangat luar biasa. Alhamdulillah, masyarakat di Desa Bongo terus konsisten untuk mempertahankan kegiatan ini,” katanya.

Konsistensi masyarakat dalam melaksanakan tradisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Keterlibatan generasi muda juga diharapkan terus diperkuat agar tradisi Maulid dan berbagai kekayaan budaya Gorontalo tidak terputus di tengah perkembangan zaman.

“Harapan saya bukan hanya dimiliki generasi sekarang, tetapi harus dimiliki generasi muda ke depan dan menjadi milik kita semua,” ujar Sofyan.

Tradisi Maulid Nabi di Desa Bongo pada akhirnya bukan sekadar perayaan keagamaan. Kehadiran lebih dari 100 tolangga, keterlibatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi yang menyertainya menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki ruang penting dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Gorontalo.

Pewarta : Saad Sugai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *