Dari Sampah Menjadi Mainan, PISN UNG dan Tanggidaa Grup Hadirkan Inovasi Edukatif bagi Anak Usia Dini

Rabu, 19 Agustus 2026 05:58 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, GORONTALO – Tim pelaksana Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Pelatihan 2 dan Pelatihan 3 di TK Damhil UNG dan TK Pembina Agropolitan, Gorontalo, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program “Inovasi Kriya Mainan Edukatif Daur Ulang Plastik Rumah Tangga bagi Anak Usia Dini pada Komunitas Tanggidaa Grup di Kota Gorontalo.”

Pelatihan diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas orang tua dan guru dari kedua sekolah. Dalam kegiatan ini, Tanggidaa Grup dilibatkan sebagai mitra sekaligus pemateri untuk memberikan pemahaman dan praktik pemanfaatan sampah plastik rumah tangga menjadi mainan edukatif bagi anak usia dini.

Pelatihan 2 difokuskan pada praktik pembuatan mainan edukatif berbahan sampah plastik. Sementara itu, Pelatihan 3 diarahkan pada pemanfaatan mainan hasil daur ulang sebagai media bermain dan pembelajaran bagi anak usia dini.

Ketua tim pelaksana, Wira Pratama Rumambie, S.D., M.S., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan orang tua dan guru mengenai potensi sampah plastik rumah tangga untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai edukatif.

Baca juga:

Leaders Institute dan FAMM Indonesia Gelar Camping Solidarity untuk Sambut IWD 2025

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kepada orang tua dan guru bahwa sampah plastik rumah tangga tidak selalu harus berakhir menjadi limbah. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, bahan-bahan sederhana seperti botol plastik dan tutup botol dapat dimanfaatkan menjadi mainan yang edukatif bagi anak,” ujar Wira.

Selain mendapatkan materi dan praktik pembuatan, anak-anak juga diberi kesempatan untuk mencoba secara langsung sejumlah mainan edukatif yang telah disiapkan. Antusiasme terlihat saat anak-anak berinteraksi dan mengeksplorasi mainan tersebut.

Di sisi lain, orang tua dan guru memperoleh pemahaman mengenai cara menjadikan mainan berbahan daur ulang sebagai sarana bermain sekaligus media pembelajaran yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Tanggidaa Grup juga memberikan video tutorial pembuatan mainan edukatif. Materi tersebut memperlihatkan tahapan pembuatan dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana serta mudah ditemukan di lingkungan rumah.

Perwakilan Tanggidaa Grup, Jamaludin Kadir, berharap peserta tidak berhenti pada pemahaman mengenai pentingnya daur ulang, tetapi mampu menerapkannya secara mandiri.

“Harapannya, setelah kegiatan ini orang tua dan guru tidak hanya mengetahui bahwa sampah plastik dapat didaur ulang, tetapi juga dapat mempraktikkannya sendiri untuk membuat media bermain dan belajar yang sederhana bagi anak,” ujar Jamaludin.

Baca juga:

Keluarga Tolak Otopsi, Koalisi Hukum Bantah Narasi “Keluarga Ikhlas” dalam Kasus Mahasiswa Gorontalo

Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah peserta, termasuk orang tua dan guru, mengajukan pertanyaan kepada pemateri terkait teknik pembuatan serta pemanfaatan mainan edukatif dari bahan bekas.

Melalui kegiatan tersebut, Tim PISN UNG bersama Tanggidaa Grup mendorong keterlibatan orang tua dan guru dalam mengolah bahan bekas secara kreatif. Upaya ini sekaligus menghadirkan alternatif media pembelajaran yang sederhana, edukatif, ramah lingkungan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan kreatif dan peduli lingkungan sejak usia dini melalui pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi media bermain dan belajar.

Pewarta : Saad Sugai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *