Warga Serbu Mangga Ilegal yang Telah Dimusnahkan Bea Cukai, Abaikan Risiko Kesehatan

Jumat, 30 Mei 2025 07:49 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Asahan (Sumatra Utara) – Jagat media sosial diramaikan dengan video viral yang memperlihatkan sekelompok warga menyerbu lokasi pemusnahan mangga ilegal asal Thailand di Desa Bagan Asahan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Aksi tersebut menuai keprihatinan publik karena warga mengambil mangga yang telah dikubur dan disiram cairan pembusuk oleh pihak Bea Cukai.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @fakta.indo, tampak warga—termasuk anak-anak—membawa karung dan kantong plastik ke lokasi. Bahkan, sebagian warga terlihat nekat menggali tanah untuk mengambil mangga yang telah dikubur. Parahnya, buah-buahan tersebut sudah tercampur dengan cairan pembusuk dan tetap dibawa pulang.

Mangga seberat 9,5 ton itu sebelumnya diamankan Bea Cukai karena masuk ke Indonesia tanpa melalui prosedur karantina sesuai ketentuan. Pada Kamis (22/5/2025), Bea Cukai bersama Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Sumatera Utara melakukan pemusnahan dengan cara mengubur mangga-mangga tersebut dan menyiramnya dengan cairan Effective Microorganism 4 (EM4).

EM4 adalah cairan pembusuk yang mengandung bakteri pengurai. Cairan ini biasa digunakan untuk proses pembuatan kompos dan pupuk cair, serta berfungsi mempercepat pembusukan buah agar tidak dapat dikonsumsi maupun tumbuh kembali. Kandungan bakteri dalam EM4 bisa membahayakan kesehatan manusia jika tertelan.

Meski demikian, hanya beberapa jam setelah pemusnahan, warga setempat justru menggali lokasi dan mengambil mangga-mangga tersebut. Aksi tersebut menuai kritik dari netizen karena dinilai membahayakan keselamatan warga dan berpotensi menyebabkan keracunan massal, terutama jika buah-buahan itu dijual kembali ke pasaran.

Baca juga:

Kemenkum Jabar dan UNIKOM Dorong 1.200 Pendaftaran Hak Cipta bagi Lulusan S1 Hingga S3 Saat Wisuda

Berbagai komentar netizen pun membanjiri unggahan video tersebut:

“Enggak usah nyalahin siapa-siapa ya kalau nanti ada yang keracunan,” tulis akun @fab***.

“Kalau sampai ada korban, pasti pemerintah yang disalahkan lagi,” ujar akun @lul***.

“Jangankan mangga dikubur, truk terguling aja pasti habis isinya,” kata akun @pev***.

“Inilah pentingnya pendidikan tinggi agar pola pikir bisa lebih bijak,” ungkap akun @j.d***.

“Bukan semata soal kesadaran, ini juga soal kemiskinan. Mereka lihat itu sebagai makanan,” tulis akun @pra***.

“EM4 itu buat kompos, bukan buat konsumsi. Bahaya banget kalau dimakan,” jelas akun @dew***.

Pihak berwenang diharapkan segera melakukan edukasi dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, serta memastikan bahan pangan ilegal yang dimusnahkan tidak kembali membahayakan masyarakat.

Baca juga:

Posko Ormas di Jakbar Digerebek Warga, Diduga Jadi Tempat Pesta Miras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *