Penerbangan Djalaluddin Turun, Bandara Panua Pohuwato Malah Melonjak

Rabu, 2 September 2026 06:36 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, GORONTALO – Aktivitas penerbangan di Provinsi Gorontalo mengalami penurunan pada Juli 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, secara kumulatif Januari-Juli 2026, jumlah penerbangan masih tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, jumlah pesawat yang berangkat dari Bandara Djalaluddin pada Juli 2026 tercatat 167 penerbangan, turun 17,73 persen dibandingkan Juni yang mencapai 203 penerbangan.

Sementara itu, jumlah pesawat yang datang pada Juli tercatat 168 penerbangan, turun 18,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 205 penerbangan.

Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo mengatakan, meskipun terjadi penurunan secara bulanan, aktivitas penerbangan secara kumulatif masih menunjukkan pertumbuhan.

Pada periode Januari-Juli 2026, jumlah pesawat yang berangkat melalui Bandara Djalaluddin mencapai 1.115 penerbangan, meningkat 5,49 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 1.057 penerbangan.

Adapun jumlah pesawat yang datang mencapai 1.120 penerbangan, meningkat dibandingkan 1.054 penerbangan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Bulan Juli memang boleh turun, tetapi dibandingkan tahun lalu masih lebih tinggi. Kalau kita lihat, secara kumulatif lebih tinggi,” ujar Agus.

Aktivitas Bandara Panua Pohuwato Meningkat

Pergerakan penerbangan berbeda terjadi di Bandara Panua Pohuwato. Pada Juli 2026, jumlah pesawat yang berangkat dan datang masing-masing mencapai 7 penerbangan, meningkat 75 persen dibandingkan Juni yang masing-masing hanya mencatat 4 penerbangan.

Baca juga:

Pemerintah Desa Molas Bentuk Kader Kesehatan Mental dan Galang Kewirausahaan Digital Pemuda

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, Bandara Panua Pohuwato mencatat 32 penerbangan berangkat dan 32 penerbangan datang. Masing-masing angka tersebut meningkat 60 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 20 penerbangan.

Agus mengatakan perkembangan transportasi di Gorontalo tidak hanya dipantau melalui jalur udara. BPS juga mencatat aktivitas transportasi laut dan penyeberangan, termasuk pergerakan penumpang serta barang melalui bandar udara, pelabuhan laut, dan pelabuhan penyeberangan.

Transportasi Udara Mendukung Pergerakan Ekspor

Aktivitas penerbangan juga memiliki keterkaitan dengan pergerakan barang dan perdagangan luar negeri. Sejumlah komoditas ekspor Gorontalo, termasuk ikan, udang, dan kepiting, dikirim melalui jalur udara.

Menurut Agus, penggunaan transportasi udara menjadi salah satu bagian dari distribusi komoditas Gorontalo menuju pasar luar negeri. Sementara komoditas lainnya juga dikirim melalui jalur laut.

“Beberapa produk ekspor itu lewatnya bandara, terutama produknya,” jelas Agus.

Baca juga:

Ekspor Gorontalo Melonjak 42,45%, Jepang Jadi Pasar Utama

BPS terus memantau perkembangan aktivitas transportasi dan perdagangan setiap bulan sebagai bagian dari pencatatan dinamika ekonomi daerah.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun aktivitas penerbangan di Bandara Djalaluddin mengalami kontraksi pada Juli 2026, secara kumulatif hingga Juli masih tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, Bandara Panua Pohuwato mencatat peningkatan aktivitas penerbangan baik secara bulanan maupun kumulatif.

Pewarta: Saad Sugai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *