Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, GORONTALO — Lima relawan Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (Goroba) menyelesaikan pendidikan strata dua (S2) melalui program Beasiswa Goroba Peduli Pendidikan. Kelimanya resmi menyandang gelar Magister setelah mengikuti prosesi wisuda di STIE IBMT (International Business Management Technology) Surabaya.
Kelima relawan tersebut adalah Muhlis Pateda, Rezkiyah Anastasya Hulungo, Sofyan Rauf, Sartika Ente, dan Adiputra Wijaya Katili.
Keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan S2 menjadi bagian dari program pemberdayaan relawan yang dikembangkan Goroba. Melalui program tersebut, organisasi tidak hanya melibatkan relawan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, serta pengembangan keterampilan.
Founder Yayasan Gorontalo Baik Indonesia, Ririn Afitri Tatu, mengatakan program beasiswa tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus upaya mengembangkan kapasitas relawan yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
“Kelima wisudawan ini adalah penerima program Beasiswa Goroba Peduli Pendidikan. Program ini kami khususkan bagi relawan yang selama ini telah banyak memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan kontribusinya dalam berbagai aksi kebaikan di Goroba,” kata Ririn.
Menurut Ririn, aktivitas kerelawanan tidak semestinya membuat seseorang mengesampingkan pengembangan dirinya. Relawan yang selama ini membantu masyarakat juga perlu memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendidikan dan kapasitas profesional.
“Prinsipnya sederhana, mereka yang selama ini banyak menolong orang lain juga perlu diberikan kesempatan untuk menolong dirinya sendiri, salah satunya dengan menyelesaikan pendidikan. Kami ingin para relawan bukan hanya tumbuh dalam pengabdian, tetapi juga bertumbuh secara pribadi, akademik, dan profesional,” ujarnya.
Ia mengatakan peningkatan kapasitas relawan pada akhirnya diharapkan dapat memperluas manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Berbuat baik kepada orang lain bukan berarti harus meninggalkan mimpi sendiri. Justru ketika relawan semakin berilmu, semakin berdaya, dan memiliki kapasitas yang lebih baik, maka kami percaya manfaat yang bisa mereka berikan kepada masyarakat juga akan semakin besar,” katanya.
Salah satu penerima beasiswa, Rezkiyah Anastasya Hulungo, mengatakan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program tersebut menjadi pengalaman penting di tengah aktivitasnya sebagai relawan.
“Kami sangat bersyukur akhirnya bisa menuntaskan studi ini. Kesempatan yang diberikan Goroba menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi kami, karena di tengah aktivitas dan pengabdian sebagai relawan, kami tetap diberikan ruang untuk belajar dan mengembangkan diri,” ujar Rezkiyah.
Ia mengakui proses menyelesaikan pendidikan S2 tidak mudah. Para penerima beasiswa harus membagi waktu antara aktivitas akademik dan kegiatan kerelawanan.
“Perjuangan ini akhirnya terasa tidak sia-sia. Ada banyak proses, tantangan, waktu, dan tenaga yang kami lewati sampai berada di titik ini. Kami berharap ilmu yang kami dapatkan membawa berkah, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan semakin menguatkan kontribusi kami kepada sesama,” katanya.
Rezkiyah berharap gelar yang diperoleh tidak berhenti sebagai pencapaian akademik, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan sosial dan kehidupan bermasyarakat.
“Gelar ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi tanggung jawab baru bagi kami untuk mengamalkan ilmu yang sudah diperoleh,” ujarnya.
Bagi Goroba, pengembangan kapasitas relawan menjadi salah satu bagian dari upaya membangun ekosistem kerelawanan yang berkelanjutan. Program tersebut mencakup pendidikan, pelatihan, pengembangan hard skill dan soft skill, serta pemberian beasiswa.
Ririn berharap keberhasilan lima relawan tersebut dapat mendorong relawan lainnya untuk terus mengembangkan diri tanpa meninggalkan aktivitas sosial.
“Hari ini mereka membuktikan bahwa mengabdi untuk sesama dan mengejar pendidikan dapat berjalan beriringan. Semoga gelar yang diraih menjadi pintu menuju lebih banyak kebaikan, karya, dan kebermanfaatan,” kata Ririn.
Yayasan Gorontalo Baik Indonesia, atau Goroba, merupakan organisasi sosial yang dirintis sejak 2017 dan berbadan hukum pada 2020. Goroba bergerak dalam pendampingan medis, bantuan nonmedis, pendidikan, dan pengembangan relawan.
Pewarta: Saad Sugai