Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM,- PANGKEP – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menggelar kegiatan buka puasa bersama bertajuk “NGABUBURIT PENGAWASAN”dengan tema “Ramadhan dan Demokrasi: Merawat Amanah, Menjaga Ukhuwah”, Rabu (4/3/2026), di Aula Kantor Bawaslu Pangkep.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, beserta jajaran komisioner Bawaslu Kabupaten Pangkep. Turut hadir alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), mantan Panwascam, unsur media, pemuda, tokoh agama, serta Ustad Rusli Abdullah Dg. Lau yang membawakan kultum Ramadhan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Samsir Salam dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ngabuburit Pengawasan merupakan program edukasi kepemiluan yang dikemas dalam pendekatan religius selama bulan suci Ramadhan
Kegiatan ini dilaksanakan menjelang waktu Magrib sebagai ruang dialog antara Bawaslu dan masyarakat dalam memperkuat literasi publik terkait pengawasan Pemilu dan Pemilihan.
“Momentum Ramadhan menjadi ruang refleksi moral dan spiritual bagi seluruh jajaran pengawas. Amanah pengawasan bukan sekadar tugas administratif, tetapi juga tanggung jawab etik dan keimanan,” ujarnya Samsir Salam.
Dosen Stai DDI Pangkep ini juga menegaskan bahwa buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis dalam memperkuat peran kelembagaan Bawaslu di tengah masyarakat.
“Buka puasa bersama ini menjadi momentum yang tepat dalam memperkuat strategi pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif dan dialogis bersama masyarakat. Kami ingin membangun ruang komunikasi yang terbuka, sehingga pengawasan tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi menjadi gerakan bersama,” ujar Samsir Salam.
Ia menambahkan, kegiatan Ngabuburit Pengawasan juga diarahkan untuk memperkuat dimensi moral dan intelektual jajaran pengawas Pemilu.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan spiritualitas dan literasi politik-hukum kepemiluan jajaran pengawas, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu yang profesional, akuntabel, dan berintegritas,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga integritas kelembagaan di tengah dinamika sosial politik dan perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, meski saat ini berada pada masa non-tahapan, konsolidasi demokrasi harus tetap berjalan sebagai bagian dari persiapan menyongsong Pemilu 2029.
“Ngabuburit Pengawasan 2026 memiliki makna strategis untuk merefleksikan tugas dan fungsi kelembagaan Bawaslu, sekaligus memperkuat kepercayaan publik. Demokrasi yang sehat membutuhkan pengawasan yang partisipatif dan berintegritas,” tegas Mardiana.
Adapun tujuan pelaksanaan Ngabuburit Pengawasan Tahun 2026 meliputi peningkatan spiritualitas dan literasi politik-hukum kepemiluan bagi jajaran pengawas dan masyarakat, menyerap aspirasi serta masukan publik terkait strategi pengawasan dan agenda perbaikan Pemilu ke depan, hingga memperkuat strategi pengawasan partisipatif melalui pendekatan edukatif dan dialogis.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan publik terhadap Bawaslu sebagai lembaga yang profesional, akuntabel, dan berintegritas, serta menghasilkan catatan evaluatif dan rekomendasi penguatan kelembagaan menuju Pemilu 2029.
Dalam kultum Ramadhan, Ustad Rusli Abdullah Dg. Lau mengingatkan bahwa nilai puasa sejatinya adalah latihan kejujuran dan pengendalian diri. Nilai tersebut, kata dia, sangat relevan dengan tugas pengawasan yang menuntut kejujuran, keteguhan moral, dan keberanian menjaga kebenaran.
“Demokrasi tanpa integritas akan rapuh. Ramadhan mengajarkan kita bahwa amanah harus dijaga, ukhuwah harus dirawat. Pengawasan bukan hanya soal aturan, tetapi juga soal hati,” pesannya.
Melalui momentum bulan suci ini, Bawaslu Pangkep berharap penguatan pengawasan partisipatif semakin kokoh dengan pendekatan spiritualitas yang meneguhkan jati diri pengawas yang kredibel, baik secara individu maupun kelembagaan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan, sebagai simbol komitmen merawat amanah dan menjaga ukhuwah dalam perjalanan demokrasi.