BNNK Bone Bolango Fokus pada Pencegahan dan Edukasi, Jangkau 28 Ribu Warga Sepanjang 2025

Sabtu, 20 Desember 2025 19:01 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, GORONTALO – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bone Bolango mengungkapkan komitmennya dalam memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BNNK Bone Bolango, Erlang Dwi Permata, dalam rilis akhir tahun bersama insan media pada Kamis (Desember 2025).

Erlang menjelaskan bahwa pada tahun 2025, BNNK Bone Bolango akan lebih memfokuskan programnya pada pencegahan berbasis masyarakat, penguatan edukasi, serta pemberdayaan peran pemerintah dan unsur sosial. Ia menekankan bahwa, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, BNNK Bone Bolango tetap berpegang pada tiga pilar utama, yakni pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi bagi masyarakat yang terindikasi atau terpapar narkotika.

Satu Desa Bersinar dan Kolaborasi Daerah

Baca juga:

Pemkot Makassar Siap Kawal Tiga Ranperda Prioritas, Perkuat Birokrasi dan Layanan Publik

Di bidang advokasi pencegahan, BNNK Bone Bolango pada 2025 akan meluncurkan program “Satu Desa Bersinar” (Bersih Narkoba) di Desa Timbuolo Tengah, Kecamatan Botupingge. Program ini merupakan kebijakan nasional yang menetapkan satu desa per kabupaten/kota untuk menjadi desa bebas narkoba setiap tahunnya. Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.

Edukasi Menjangkau 28 Ribu Warga

Selama tahun 2025, BNNK Bone Bolango berhasil menjangkau sekitar 28.000 orang melalui program edukasi dan diseminasi informasi mengenai bahaya narkotika. Program ini menyasar berbagai kelompok, mulai dari anak-anak hingga masyarakat umum. Pendekatan edukasi dilakukan secara diferensiasi sesuai dengan kelompok usia. Untuk anak-anak TK dan SD, materi edukasi difokuskan pada pola hidup sehat, etika, serta pentingnya pengawasan terhadap penggunaan obat-obatan oleh orang tua dan tenaga medis.

Baca juga:

Aksi Penjarahan Truk Kecelakaan di Banyuasin, Warga Kompak Angkut Mie Instan

“Kami sangat berhati-hati dalam menyampaikan materi kepada anak-anak. Kami tidak langsung mengenalkan istilah narkotika, tetapi lebih kepada bagaimana hidup sehat dan disiplin,” jelas Erlang.

Inovasi Program Berbasis Sosial dan Keagamaan

BNNK Bone Bolango juga menghadirkan sejumlah inovasi, di antaranya pembentukan Forum Remaja Anti Narkotika di Kecamatan Botupingge, yang berhasil menjangkau sekitar 500 pelajar di luar lingkungan sekolah. Selain itu, BNNK bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam menyusun materi khutbah Jumat yang memuat pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Informasi mengenai bahaya narkotika juga disebarkan melalui penghulu kepada calon pengantin dalam rangka membangun rumah tangga yang sehat dan bebas narkotika.

Pemberdayaan Masyarakat dan Prestasi Nasional

Dalam upaya pemberdayaan masyarakat, BNNK Bone Bolango melibatkan 250 orang dalam kegiatan penggiatan masyarakat dan meningkatkan kapasitas 60 penggiat anti narkotika. Atas berbagai upaya tersebut, Kabupaten Bone Bolango berhasil memperoleh predikat “Tanggap” dalam penilaian Indeks Ketahanan Daerah terhadap Ancaman Narkotika dengan nilai 4, melampaui target nasional yang sebesar 3,6.

“Capaian ini menunjukkan partisipasi aktif pemerintah dan masyarakat dalam memerangi narkotika,” tutup Erlang.

BNNK Bone Bolango berharap sinergi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mewujudkan Bone Bolango yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pewarta : Saad Sugai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *