Di Tengah Konflik Global, Bakastra HIPMI Sulsel Bahas Risiko dan Peluang Ekonomi 2026

Kamis, 30 April 2026 21:34 WITA | Lukman Hakim

Infoo24jam,- Makassar- Badan Kajian dan Strategis (Bakastra) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan menggelar Forum Nasional Economic Outlook in War 2026 pada Kamis, 30 April 2026, di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang. Forum ini mengusung tema “Mitigasi Risiko, Optimalisasi Peluang” sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang kian memengaruhi stabilitas ekonomi nasional maupun daerah.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang diskusi strategis yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, pertahanan, akademisi, politisi hingga pelaku usaha dalam satu forum terbuka. Momentum ini dinilai penting untuk membaca arah ekonomi 2026 di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.

Ketua Umum HIPMI Sulawesi Selatan, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman, mengapresiasi inisiatif Bakastra dalam menghadirkan forum tersebut. Ia menilai, kegiatan ini memiliki relevansi tinggi dalam menjawab tantangan ekonomi global saat ini.

“Economic Outlook in War 2026 harus dimaknai sebagai ruang konsolidasi gagasan antara negara dan pelaku usaha, agar arah kebijakan ekonomi 2026 tetap adaptif, kuat, dan berpihak pada kepentingan nasional,” tegas Andi Amar.

Anggota DPR RI terpilih dari Partai Gerindra itu juga menyoroti peran pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas energi nasional. Ia mengapresiasi kepemimpinan Menteri Bahlil dalam memastikan ketahanan energi, khususnya minyak, di tengah dinamika global seperti ketegangan di Selat Hormuz.

Baca juga:

Festival Apangi Dungaliyo 2025: Lebih Modern, Kolaboratif, dan Bernuansa Religius

“Ini menjadi bukti bahwa negara memiliki kapasitas dan keberanian dalam menjaga kedaulatan energi serta memastikan roda ekonomi nasional tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada tekanan eksternal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bakastra HIPMI Sulsel, Rijal Madani, menegaskan komitmen organisasinya sebagai ruang kajian strategis yang menghadirkan analisis berbasis data dan rekomendasi konkret.

“Kami bangga dengan kerja-kerja nyata panitia dan pengurus yang telah menyukseskan forum ini sebagai ruang gagasan. Ini merupakan respons atas keresahan masyarakat terhadap gejolak ekonomi global yang mulai memicu kepanikan, khususnya di kalangan pengusaha muda,” ujar Rijal.

Ia menambahkan, Bakastra tidak hanya hadir untuk membaca situasi, tetapi juga menawarkan solusi agar pelaku usaha, khususnya generasi muda, tetap memiliki pijakan yang kuat di tengah tekanan ekonomi global.

Forum nasional ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai sektor. Dari unsur pemerintah, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi yang memaparkan pandangan terkait ketahanan ekonomi daerah.

Dari sektor pertahanan, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko membangun perspektif pemikiran mengenai stabilitas keamanan dan pengaruhnya terhadap iklim investasi.

Sementara dari kalangan akademisi dan pertahanan, Marsma TNI (Purn.) Ir. Andi Sutomo serta Prof. Marsuki DEA, Ph.D akan mengulas proyeksi ekonomi dan dinamika geopolitik global secara komprehensif.

Adapun dari unsur politisi dan pengusaha, forum ini menghadirkan Andi Rahmat Manggabarani dan Dr. Ashabul Kahfi yang membahas strategi adaptasi dunia usaha serta arah kebijakan publik di tengah tekanan global.

Baca juga:

Lindungi Hak Para Pekerja, Munafri Arifuddin : Ekonomi Tak Akan Maju Tanpa Buruh

Melalui forum ini, HIPMI Sulsel telah melahirkan gagasan strategis dan rekomendasi konkret yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus membuka peluang baru di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *