Cegah Paham Radikalisme,Densus88 AT Dan Dai Polri Sosialisasi Di PPTQ Ilmul Yaqin

Minggu, 23 Februari 2025 01:27 WITA | Lukman Hakim

Sejumlah Personil Satgas Wil Sulsel Densus 88 Anti Teror Polri bekerjasama dengan Dai Polri dan Eks Napiter melaksanakan Sosialisasi kebangsaan sebagai upaya mencegah paham radikalisme, ekstremisme dan terorisme atau IRET yang dapat berkembang dilingkungan masyarakat khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Hadir sebagai narasumber AKP M Faisal dari Densus 88 Anti Teror ,Bersama A. Sarif Alqadri. AR,SH yang merupakan Finalis Dai Polri Tahun 2021 serta salah satu mantan narapidana teroris (Eks Napiter) Ust.Suryadi Mas ud. di hadapan ratusan santi beserta puluhan pembina dan pengasuh PPTQ Ilmul Yaqin (jumat 21/02/2025)

Dalam kegiatan tersebut AKP M.Faisal berharap peran aktif para Santri dan Pondok pesantren sebagai ujung tombak atau garda terdepan dalam mensosialisasikan pencegahan paham IRET yang dapat membahayakan keutuhan berbangsa dan beragama di sulsel

“Sosialisasi wawasan kebangsaan dan pencegahan Faham IRET (Intoleran, Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme) bagi Santri Pondok pesantren ini adalah untuk memberikan gambaran perihal bahaya paham IRET serta deteksi dan pecegahannya,tentu kami berharap mereka sebagai ujung tombak yang menyampaikan ke masyarakat lewat mimbar-mimbar majelis (ceramah)” Tegas AKP M Faisal

Ipda Andi Syarif yang juga Dai Polri dalam Ops Madago Raya 2021 di Poso menegaskan jika Sosialisasi paham IRET merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesadaran para santri mengenai bahaya radikalisme dan mencegah penyebaran ideologi ekstrem yang dapat mengarah pada terorisme

“Kami berharap agar para santri dapat meneruskan pengetahuan yang ia dapatkan di pondok dan juga materi yang ia dapatkan terkait bahaya IRET pada lingkungan keluarga, institusi tempat nantinya ia bekerja dan seluruh elemen masyarakat ketika nantinya kembali ke.masyarakat bertu tutur Ipda Andi Syarif

Tidak kalah antusiasnya Eks Napiter Ust Suryadi Masud juga menceritakan pengalaman pribadinya dan  dampak yang dialami setelah dirinya terpapar paham radikal dan terlibat dalam aksi terror bom dijakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga:

Wujudkan Instruksi Presiden, Diskop Makassar Gelar Retreat Pengurus Koperasi Merah Putih

Selain itu , pengasuh Ponpes Ilmul yaqin ,Ust. Usman juga berharap agar kegiatan terbut dapat berkesinambungan karena sangat bermanfaat untuk dimetahui oleh para santri

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan juga deklarasi pencegahan faham intoleran radikalisme, ektrimisme dan terorisme oleh santri PPTQ ilmul yaqin.

Baca juga:

Aliyah Mustika Ilham Tegaskan CSR Harus Menyentuh Masyarakat Akar Rumput

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *