Larangan Wisuda SMA Tuai Pro dan Kontra, Siswi Menangis Ungkap Kekecewaan

Jumat, 25 April 2025 06:32 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswi SMA menangis karena kecewa terhadap larangan wisuda di sekolahnya viral di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun TikTok @9d_sigalo, lalu menyebar luas setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @fakta.indo.

Dalam video tersebut, siswi tersebut mengungkapkan perasaannya yang sedih karena gagal mewujudkan impiannya mengikuti momen wisuda kelulusan. Ia mengaku telah mempersiapkan kebaya, batik, dan makeup untuk hari istimewa itu, namun harus menerima kenyataan bahwa acara tersebut ditiadakan akibat aturan baru pemerintah.

“Kecewa itu ketika sudah siapin semua demi wisuda. Ngebayangin cantiknya pakai kebaya dan makeup, gagahnya pakai batik, dan gimana excited-nya momen kelulusan. Seketika berubah karena aturan dilarangnya wisuda,” tulis narasi dalam video tersebut.

Diketahui, sejumlah pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan melarang kegiatan wisuda atau perpisahan di tingkat pendidikan PAUD hingga SMA/SMK. Alasan utama pelarangan ini adalah karena wisuda dianggap bukan kewajiban formal dan dikhawatirkan membebani orang tua secara finansial.

Video tersebut memicu berbagai reaksi dari netizen. Banyak yang mendukung keputusan pemerintah dengan alasan bahwa wisuda sebaiknya hanya dilakukan di jenjang pendidikan tinggi agar tetap memiliki makna sakral.

“Dibalik tangismu, banyak hati orang tua yang lega,” tulis akun @gem***.

“Sabar, ambil sisi positifnya. Lebih irit, karena tidak semua orang tua punya cukup uang,” komentar akun @ari***.

Ada juga yang menilai wisuda di tingkat sekolah tidak membawa dampak signifikan.

Baca juga:

Langkah Inklusif: Disabilitas Terima Penghargaan di Forum MUSRENBANG Kota Gorontalo

“Betapa kamu akan menyesal ketika tahu wisuda nggak ada gunanya kalau habis itu jadi pengangguran,” ujar akun @dia***.

“Simpan air matamu, siapkan untuk menangis saat cari lowongan kerja,” sindir akun @ai_*.

Sebagian netizen juga menyoroti fenomena wisuda yang kini dianggap terlalu umum dan kehilangan makna.

“Zaman dulu juga biasa aja kok. Ambil ijazah, langsung pulang,” tulis akun @tri***.

Baca juga:

Heboh! Sekelompok Anak Muda Blokir Jembatan dengan Musik DJ, Dalih Bangunkan Sahur Berujung Kecaman

“Kembalikan kata ‘wisuda’ untuk perguruan tinggi saja. Biar terasa sakral. Kalau semua jenjang ada wisuda, nanti pas kuliah malah rasanya hambar,” tulis akun @who***.

Ada pula yang memberi saran praktis agar dana yang tadinya digunakan untuk wisuda bisa dialihkan untuk hal yang lebih produktif.

“Daripada uang habis buat wisuda SMA/SMK, mending dipakai untuk persiapan kuliah atau buka usaha. Saya dulu mulai usaha dari modal Rp300 ribu, sekarang Alhamdulillah masih jalan,” ungkap akun @192***.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *