Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

MAKASSAR, INFOO24JAM.id – Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) oleh Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail telah berlangsung selama empat hari dengan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) yang berbeda-beda.
Mulai dari Perda tentang penyelenggaraan bantuan hukum, pengelolaan parkir tepi jalan, pembinaan anak jalanan dan terakhir adalah terkait perlindungan lahan pertanian.
Menurut Ismail, seluruh Perda yang dibahas dalam kegiatan Sosper ini adalah Perda yang sangat penting untuk diketahui warga Makassar.
“Sudah empat hari Sosper dan sudah saya kasi ki semua materi yang urgent untuk di utara, terakhir hari ini. Kenapa yang urgent-urgent saya kasiki, biar kita semua di sini punya pengetahuan tentang perda-perda yang ada sekarang,” kata Ismail dalam sambutannya di hari terakhir Sosper, Kamis (27/03/2025).
Dia berharap, kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh warga yang hadir. Karena selain isi materinya yang menarik, Ismail juga mendatangkan pemateri dengan latar belakang pengetahuan yang mumpuni.
“Saya mau bilang, perhatikan baik-baik, cermati baik-baik apa yang dibawakan oleh pemateri kita supaya betul-betul kita tahu apa sih hak saya dan tanggungjawab saya sebagai warganegara yang baik,” tuturnya.
Ismail mencontohkan tentang materi bantuan hukum di hari pertama Sosper. Menurutnya, banyak warga yang tidak mengerti dan tidak mengetahui jika negara menyiapkan bantuan hukum secara gratis.
“Hari pertama baru barangkali kita tahu ada yang namanya bantuan hukum gratis, yang kedua soal parkir. Mana kita tahu tentang bagaimana itu parkir tepi jalan, siapa lebih berhak antara bapenda dengan PD Parkir dan yang ketiga ku bawakan ki lagi pemateri dari dinas sosial untuk bahas terkait anak jalanan dan yang hari terakhir ini saya bawakan ki lagi dari dinas ketahanan pangan,” ujarnya.
“Ini juga supaya warga tahu dan paham apa itu sebenarnya peraturan daerah, bagaimana sistem kerjanya dan apa tujuannya,” tambahnya.
Terkait materi Perda di angkatan ke empat, Ismail mengaku sengaja memilih soal ketahanan pangan karena sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Karena sesuai dengan kebijakan presiden kita Prabowo Subianto, bagaimana agar kita lumbung pangan di tahun ini atau tahun depan. Dengan alasan itulah saya memilih Perda itu dan nanti akan dijelaskan secara gamblang oleh pemateri,” ungkap Ismail. (**)