Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo, menegaskan bahwa Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) memiliki peran strategis dalam mendukung sistem statistik nasional, khususnya sebagai jembatan antara pelaksanaan sensus penduduk yang dilakukan setiap 10 tahun.

Dalam rapat BPS, Agus menjelaskan bahwa sensus penduduk terakhir dilaksanakan pada 2020, setelah sebelumnya pada 2010, dan sensus berikutnya dijadwalkan pada 2030. Di antara periode tersebut, SUPAS menjadi instrumen penting untuk memperbarui data kependudukan.
“SUPAS dirancang untuk menghasilkan data karakteristik penduduk serta indikator demografi hingga level kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia menyebutkan, SUPAS 2025 yang telah dilaksanakan akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, baik jangka panjang maupun jangka menengah, di tingkat nasional dan daerah. Selain itu, data SUPAS juga digunakan untuk mendukung pencapaian indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs.
Adapun data yang dihimpun dalam SUPAS mencakup berbagai aspek kependudukan, seperti karakteristik penduduk, tingkat kelahiran (fertilitas), tingkat kematian (mortalitas), mobilitas atau migrasi penduduk, serta kondisi disabilitas. Selain itu, survei ini juga memuat data terkait lansia dan penggunaan bahasa.
Agus menjelaskan, dalam kajian kependudukan jangka panjang, terdapat empat komponen utama yang memengaruhi pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kematian, migrasi masuk, dan migrasi keluar.
“Secara sederhana, jumlah penduduk itu ditentukan oleh lahir, mati, datang, dan pergi. Empat komponen ini yang membentuk dinamika penduduk di suatu wilayah,” jelasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil sementara SUPAS 2025, jumlah penduduk Provinsi Gorontalo diperkirakan mencapai sekitar 1,24 juta jiwa. Data resmi akan dipublikasikan melalui rilis resmi BPS dalam waktu mendatang.
BPS berharap data yang dihasilkan dari SUPAS dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan berbasis data yang akurat dan berkelanjutan.
Pewarta : Saad Lintang Sugai