Dari Pasar ke Warung: Kenaikan Harga Pangan Tekan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 2 Mei 2026 13:15 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, GORONTALO – Kenaikan harga bahan pokok yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh pedagang di berbagai lapisan, baik di pasar tradisional maupun di warung lingkungan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi stabilitas usaha, tetapi juga menurunkan daya beli masyarakat secara signifikan.

Di pasar induk, seorang pedagang bernama Ibu Suti (43) mengaku mengalami penurunan omzet yang drastis. Jika sebelumnya ia mampu meraih pendapatan hingga Rp4 juta dalam satu pagi, kini untuk mendapatkan keuntungan bersih Rp50 ribu saja menjadi hal yang sulit. Ia menilai lonjakan harga di tingkat distributor menjadi faktor utama yang memicu lesunya aktivitas jual beli di pasar.

“Sekarang pembeli lebih banyak bertanya harga daripada membeli. Mereka membandingkan di banyak tempat,” ujarnya saat ditemui di lapak dagangannya.

Baca juga:

Ramai di Medsos, Polisi Tidur Berjejer di Klaten Dituding Bahayakan Pengendara

Situasi serupa juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil di tingkat pemukiman. April (18), pemilik warung di Jalan Bali, memilih strategi berbeda dalam menghadapi kenaikan harga dari pemasok. Ia tidak langsung menaikkan harga secara drastis, melainkan melakukannya secara bertahap demi menjaga keterjangkauan bagi pelanggan di sekitarnya.

“Kalau langsung naik tinggi, kasihan tetangga. Jadi pelan-pelan saja,” kata April.

Untuk menjaga ketersediaan stok, April turut memanfaatkan pasokan pangan lokal seperti beras dan telur dari warga sekitar. Langkah ini dinilai membantu menjaga ketahanan pangan di tingkat lingkungan, meski tekanan harga di pasar nasional masih berlangsung.

Pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa pasar tradisional kini cenderung lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Meskipun beberapa fasilitas pasar telah direnovasi menjadi lebih modern, kondisi tersebut belum mampu meningkatkan aktivitas transaksi. Penurunan daya beli masyarakat menjadi faktor dominan yang memengaruhi situasi tersebut.

Baca juga:

Heboh! ASN PUPR Kutai Timur Pesta dan Joget di Atas Meja Kantor, Netizen Geram

Para pedagang berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengendalikan harga di tingkat distributor dan agen. Intervensi dinilai penting guna menjaga stabilitas harga serta memastikan keberlangsungan usaha pedagang kecil.

Tanpa kebijakan yang tepat, para pelaku usaha khawatir roda ekonomi masyarakat kecil akan semakin tertekan dan berpotensi mengganggu ketahanan pangan di tingkat lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *