Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

Infoo24jam,Makassar,- Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) kembali menunjukkan komitmennya dalam menangkal penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Bersama Densus 88 Anti Teror Polri serta Yayasan Rumah Moderasi Makassar, ICATT menggelar pertemuan diskusi yang membahas langkah-langkah strategis pencegahan, Selasa (21/4/2026).
Ketua Umum ICATT, Mallingkai Ilyas, menegaskan bahwa ancaman radikalisme saat ini telah berkembang melampaui isu keagamaan semata. Ia menyebutkan bahwa dimensi kebangsaan kini ikut menjadi sasaran, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif yang lebih luas.
“Tidak bisa lagi ditangani sendiri-sendiri. Kita perlu memperkuat kerja sama lintas sektor sekaligus menghadirkan narasi keagamaan yang sejuk, khususnya di ruang digital,” ujarnya.

Dari perspektif keamanan, Kanit Pencegahan Densus 88 wilayah Sulawesi Selatan, AKP M. Faisal, mengungkapkan bahwa penyebaran ideologi radikal kini semakin terorganisir, terutama melalui platform digital. Ia menilai lemahnya literasi keagamaan menjadi salah satu faktor utama yang dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem.
“Banyak yang terpapar karena belajar dari sumber yang tidak kredibel. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Moderasi Makassar, Suryadi Mas’ud, memaparkan bahwa kelompok radikal memiliki metode rekrutmen yang terstruktur. Menurutnya, mahasiswa dan kalangan remaja menjadi target paling rentan.
“Prosesnya tidak instan. Dimulai dari pendekatan ideologis hingga akhirnya mendorong pada tindakan nyata. Ini yang perlu diwaspadai,” katanya.
ICATT melalui bidang pencegahan terorisme juga menekankan pentingnya memahami pola dan sumber narasi ekstremisme sebagai dasar menyusun strategi kontra-radikalisasi yang efektif. Pendekatan berbasis nilai-nilai keislaman yang damai dinilai mampu menjadi penyeimbang di tengah maraknya konten provokatif.
“Pesan Islam sebagai rahmat bagi semesta harus terus digaungkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh ajaran yang menyimpang,” ungkap Muhammad Syahruddin.
Melalui kolaborasi ini, ICATT bersama para mitra berharap dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat terhadap ancaman radikalisme. Sinergi antara akademisi, aparat, dan lembaga sosial dinilai menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan harmonis.