Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, BONE BOLANGO – Potensi usaha pangan lokal di Desa Talulobutu, Kabupaten Bone Bolango, mulai dipetakan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan sekitar 50 UMKM potensial berbasis pangan lokal dari hasil observasi terhadap 25 sampel usaha.
Temuan tersebut menjadi salah satu dasar mahasiswa KKN mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan regulasi desa. Upaya itu diwujudkan melalui sosialisasi Pemberdayaan Desa melalui Regulasi Desa dan Penguatan BUMDes untuk Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Potensi Lokal di Desa Talulobutu, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Talulobutu Herman Eki, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nurul Fazri Alfikri dan Ramadan Usman, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan Kabupaten Bone Bolango Misbar Bulotio, aparat pemerintah desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat.
Koordinator Desa KKN Tematik II UNG, Tarisha, mengatakan mahasiswa selama menjalankan program pengabdian melakukan observasi lapangan sekaligus berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.

Pemetaan terhadap potensi usaha masyarakat menunjukkan bahwa Talulobutu memiliki basis ekonomi lokal yang dapat dikembangkan, terutama melalui sektor pangan. Potensi tersebut dinilai membutuhkan pengelolaan yang lebih terarah agar tidak berhenti sebagai aktivitas usaha skala rumah tangga.
DPL KKN, Nurul Fazri Alfikri, mengatakan penguatan kapasitas desa merupakan bagian penting dari program KKN. Menurut dia, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir menjalankan kegiatan seremonial, tetapi turut memberikan pengetahuan dan pendampingan yang dapat digunakan masyarakat setelah program KKN berakhir.
“Keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan memberikan manfaat melalui transfer pengetahuan dan pendampingan, termasuk dalam tata kelola desa dan BUMDes,” ujar Nurul.
Nurul mengatakan KKN Tematik Gelombang II UNG menempatkan mahasiswa di 94 desa yang tersebar di tiga kabupaten. Setiap kelompok mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi persoalan dan potensi yang ada di wilayah penempatan sebelum merumuskan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Di Talulobutu, penguatan BUMDes dinilai penting karena lembaga tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk menghubungkan potensi produksi masyarakat dengan pengembangan ekonomi desa.
Kepala Desa Talulobutu, Herman Eki, menyambut program tersebut. Ia mengatakan kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat membantu pemerintah desa mencari solusi terhadap persoalan ekonomi dan dampak musim kemarau yang berkepanjangan.
Herman berharap penguatan regulasi desa dan optimalisasi BUMDes dapat diarahkan pada pengembangan sektor yang sesuai dengan karakter wilayah Talulobutu, terutama perikanan dan hortikultura.
Menurut dia, pengembangan dua sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).
Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN menyerahkan Naskah Akademik secara simbolis kepada Kepala Desa Talulobutu. Dokumen tersebut disiapkan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan Peraturan Desa (Perdes), khususnya terkait penguatan tata kelola BUMDes dan pemanfaatan potensi pangan lokal.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan Kabupaten Bone Bolango, Misbar Bulotio, mengatakan pengembangan pangan lokal harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Ia mendorong mahasiswa KKN mendampingi BUMDes dalam memperbaiki administrasi, penyusunan laporan keuangan, dan mekanisme pertanggungjawaban usaha. Tata kelola yang transparan dan akuntabel, kata Misbar, diperlukan agar BUMDes dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan juga dinilai perlu menyentuh pelaku UMKM. Misbar mendorong peningkatan identitas produk melalui desain logo dan kemasan serta membantu pelaku usaha memahami proses pengurusan perizinan.
Menurut Misbar, masyarakat yang aktif mengelola lahan produktif juga berpeluang memperoleh dukungan fasilitas pertanian dan perikanan dari pemerintah daerah.
Sosialisasi yang dimoderatori Ramadan Usman berlangsung melalui pemaparan materi dan diskusi bersama peserta. Kegiatan ditutup dengan penyerahan Naskah Akademik dan foto bersama antara pemerintah desa, mahasiswa KKN, pemateri, pengurus BUMDes, dan masyarakat Talulobutu.
Pewarta: Saad Sugai