Komrad Kibarkan Bendera Hitam Merah di Pettarani, Desak Pengusutan Kasus Teror Aktivis

Sabtu, 14 Maret 2026 23:34 WITA | Lukman Hakim

INFOO24JAM.-MAKASSAR,-Sejumlah massa yang tergabung dalam Komite Rakyat Demokratik (KOMRAD) menggelar aksi unjuk rasa di Fly Over Jalan A.P. Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (14/03/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes dan solidaritas atas dugaan teror terhadap aktivis hak asasi manusia.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Teror Rakyat, Komrad Bersama Andrie” sembari mengibarkan bendera berwarna hitam dan merah. Mereka menyuarakan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan bagi masyarakat sipil yang kerap menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan publik.

Salah satu peserta aksi, Yayat, yang menyebut dirinya sebagai pasukan KOMRAD, mengungkapkan kecemasan terhadap situasi keamanan bagi warga negara yang bersuara kritis.

“Kami cukup cemas terhadap keamanan sipil di negara ini. Rakyat bersuara keras, tetapi justru direspons dengan siraman air keras,” ujarnya.

Menurut Yayat, Andrie Yunus, yang merupakan aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal setelah mengikuti kegiatan podcast di kantor YLBHI.

Meski dilakukan di salah satu titik jalan utama di Makassar, aksi unjuk rasa tersebut berlangsung tertib dan damai. Di lokasi tidak terlihat adanya pembakaran ban bekas maupun tindakan yang mengganggu arus lalu lintas.

Baca juga:

Tragedi Sungai Dunggilata: 10 Mahasiswa KKN UNG Hanyut, 3 Meninggal Dunia

Yayat menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan tidak bertujuan mengganggu pengguna jalan, melainkan semata untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Unjuk rasa kami ini tidak ada niatan mengganggu pengguna jalan. Kami hanya menyampaikan aspirasi agar kasus Andrie Yunus diusut tuntas,” katanya.

Lebih lanjut, KOMRAD meminta Presiden, Kapolri, serta jajaran aparat penegak hukum untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus penyiraman air keras tersebut.

Yayat menambahkan bahwa aksi yang digelar malam ini merupakan prakondisi atau peringatan awal bahwa masyarakat Makassar tidak tinggal diam terhadap peristiwa tersebut.

Baca juga:

Baru Dilantik, Bupati Jeneponto Paris Yasir Ngamuk di Jalan, Videonya Viral!

“Malam ini prakondisi. Bila kasus ini tidak diusut hingga tuntas dan motif pelaku tidak dipublikasikan, maka kami akan kembali menggelar unjuk rasa secara bertahap di Kota Makassar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *