Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo (Bone Bolango) – Musibah tragis menimpa sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dari Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Selasa (15/4/2025) sore.

Dari total sembilan mahasiswa yang terseret arus sungai, tiga orang mahasiswi dilaporkan meninggal dunia, setelah dilakukan pencarian, sementara satu korban yang sebelumnya dalam kondisi kritis kini telah melewati masa kritis dan tengah menjalani perawatan di RS Tombulilato. Empat korban lainnya dinyatakan selamat lebih awal.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula sekitar pukul 16.00 WITA saat para mahasiswa melakukan pemetaan di area pegunungan sekitar Desa Dunggilata. Ketika hendak menyeberangi sungai, debit air tiba-tiba meningkat tajam akibat hujan deras, menyebabkan mereka terseret arus sungai.
Warga bersama rekan-rekan mahasiswa segera melakukan upaya penyelamatan awal. Sekitar pukul 18.35 WITA, KPP Gorontalo menurunkan satu tim Rescue dengan perlengkapan lengkap untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Pernyataan Resmi UNG
Rektor UNG menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa mahasiswa KKN tersebut. Dalam keterangan resminya, pihak universitas menyatakan bahwa Rektor UNG turut berduka atas musibah yang menimpa mahasiswa Jurusan Geologi FMIPA.
UNG telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk memberikan pendampingan dan bantuan. Total korban yang dilaporkan terseret arus sungai berjumlah sembilan orang; dua mahasiswi dinyatakan meninggal dunia, satu masih dalam pencarian, dan satu sedang dirawat di rumah sakit setelah melewati masa kritis. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan Tim SAR guna memantau perkembangan terkini di lapangan.
Unsur dan Peralatan SAR
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya adalah Tim Rescue KPP Gorontalo, BPBD Bone Bolango, IEA Gorontalo, Babinsa Dunggilata dan Masyarakat dan rekan mahasiswa KKN
Alat yang digunakan mencakup perahu karet, drone thermal, perlengkapan komunikasi dan evakuasi, alat pelindung diri (APD), serta perangkat medis dan mountaineering.
Tantangan di Lapangan
Upaya pencarian masih terus dilakukan di tengah tantangan medan dan cuaca. Kondisi sungai yang masih meluap dan visibilitas terbatas akibat hujan lebat menyulitkan proses pencarian.
UNG dan seluruh civitas akademika berharap korban yang belum ditemukan segera dapat dievakuasi dan seluruh keluarga korban diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini.