Densus 88 Kumpulkan Ulama dan Pejabat di Majene, Waspadai Penyebaran Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
Minggu, 15 Maret 2026 21:22 WITA | Lukman Hakim
Suasana kebersamaan saat kegiatan buka puasa bersama yang digelar Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah di Apoer Arroyan, Kabupaten Majene
INFOO24JAM., Sulawesi Barat — Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri menggelar kegiatan silaturahmi dan koordinasi melalui acara buka puasa bersama dengan sejumlah unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat di Kabupaten Majene, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Apoer Arroyan, Jl. Dr. Ratulangi No.55, Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, mulai pukul 17.30 WITA hingga selesai ini menjadi momentum mempererat sinergi antar lembaga dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya dalam upaya pencegahan penyebaran paham IRET di Kabupaten Majene.
Acara tersebut dihadiri oleh Kasat Intel Polres Majene AKP Borahim S.H., Ketua NU Majene Dr. H. Hasyim, Lc., M.Ag., Ketua Muhammadiyah Majene Tambrin S.Pd.I., tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, Korwil BIN Majene Ansar, Kepala Kesbangpol Majene Irwansya, S.STP., serta Ketua MUI Majene KH. Abdul Majid.
Dalam kesempatan tersebut, PS Kasatgaswil Sulbar AKBP Soffan Ansyari, S.H. menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan terpapar berbagai konten negatif yang berpotensi mengarah pada penyebaran paham radikal.
“Selain melalui media sosial, pengaruh tersebut juga dapat masuk melalui berbagai platform digital, termasuk permainan atau game online. Di dalamnya terkadang terdapat komunikasi maupun jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan paham yang menyimpang,” ujar AKBP Soffan Ansyari.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda.
Ia menegaskan bahwa sinergi dan kepedulian bersama sangat penting agar wilayah Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Majene, tetap aman dan kondusif serta terhindar dari pengaruh paham-paham radikal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Sementara itu, Kasat Intel Polres Majene AKP Borahim S.H. menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan langkah-langkah deteksi dini serta pemantauan terhadap potensi penyebaran paham radikal di wilayah Majene.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi kegiatan yang mengarah pada penyebaran radikalisme di lingkungan masing-masing.
Hal senada disampaikan Korwil BIN Majene, Ansar, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam melakukan pencegahan sejak dini. Menurutnya, ancaman penyebaran paham radikal saat ini tidak lagi dilakukan secara terbuka, melainkan sering memanfaatkan ruang digital.
Di sisi lain, Ketua MUI Majene KH. Abdul Majid menegaskan bahwa ajaran Islam pada dasarnya mengajarkan kedamaian, persatuan, serta saling menghormati antar sesama. Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan selalu mengedepankan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kepala Kemenag Majene sekaligus Ketua NU Majene, Dr. H. Hasyim, Lc., M.Ag. juga menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan pemahaman keagamaan yang moderat, damai, dan menyejukkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang benar, masyarakat dapat memiliki benteng yang kuat untuk menolak berbagai paham yang bertentangan dengan ajaran agama maupun nilai kebangsaan.
Sementara itu, Pengurus Muhammadiyah Majene Tambrin S.Pd.I. menambahkan bahwa lembaga pendidikan, baik sekolah maupun organisasi keagamaan, perlu terus meningkatkan pembinaan karakter serta literasi digital kepada para pelajar.
Hal tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu menyaring informasi yang diperoleh dari media sosial maupun internet.
Dukungan juga datang dari Kepala Kesbangpol Majene Irwansya, S.STP. yang menegaskan bahwa pemerintah daerah siap bersinergi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat dalam menjalankan berbagai program pembinaan wawasan kebangsaan serta pencegahan radikalisme di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, seluruh pihak yang hadir sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama, pengawasan, serta pembinaan kepada masyarakat dan generasi muda guna mencegah masuknya paham radikal.
Dengan kolaborasi yang kuat antar seluruh elemen masyarakat, diharapkan wilayah Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Majene, tetap aman, kondusif, serta terhindar dari pengaruh paham-paham yang dapat mengganggu persatuan dan stabilitas keamanan daerah.