Tak Terima Ibunya Diancam, Pemuda Gowa Tikam Pria Paruh Baya hingga Tewas

Kamis, 17 Juli 2025 00:04 WITA | Lukman Hakim

GOWA, INFOO24JAM – Warga Dusun Paukiri, Desa Pabbentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa digemparkan dengan penemuan mayat pria bersimbah darah di pinggir jalan, Senin malam (14/7). Korban diketahui bernama Aziz Dg Beta (54), yang ternyata meregang nyawa usai ditikam oleh pria muda berinisial AA (22) — anak dari mantan istrinya sendiri.

Insiden berdarah ini bermula dari amarah yang meledak akibat konflik masa lalu yang belum padam. Menurut Kepala Unit Reskrim Polsek Bajeng, Ipda Risman Tegar Pebrianto, pelaku telah diamankan sesaat setelah kejadian dan kini tengah diperiksa intensif.

“Pelaku menyerahkan diri tak lama setelah kejadian. Barang bukti juga telah diamankan,” ujar Risman saat dikonfirmasi, Selasa (15/7).

Awal Mula: Pertikaian di Tengah Upaya Rujuk

Kronologi kejadian mengungkap bahwa korban, Aziz, mendatangi rumah mantan istrinya dengan niat mengajak rujuk. Namun, ajakan itu ditolak, dan amarah pun membuncah. Di rumah itulah AA sedang duduk bersama sang ibu, ST.

“Korban datang dalam kondisi marah-marah, mengancam ibu pelaku karena permintaan rujuknya ditolak,” terang Risman.

Melihat ibunya diancam, AA tak mampu lagi menahan emosi. Ia segera menyuruh ibunya masuk ke kamar, lalu menghampiri korban sambil membawa badik yang diselipkan di pinggang kirinya.

Bentrok Fisik: Pipa Besi, Batu, dan Tikaman Mematikan

Sebelum insiden penikaman terjadi, sempat terjadi perlawanan dari korban. Aziz sempat memukul pelaku menggunakan pipa besi dan melemparnya dengan batu, membuat suasana makin memanas.

Baca juga:

Makassar Perkuat ETLE, Appi Siap Dukung Modernisasi Penindakan Lalu Lintas

AA yang merasa terancam akhirnya mengejar korban. “Saat korban terjatuh, pelaku mencabut badiknya dan menikam korban satu kali. Tikaman itu yang mengakhiri nyawa korban di tempat,” jelas Risman.

Menyerahkan Diri, Tangis di Tengah Penyesalan

Usai insiden berdarah itu, AA tidak melarikan diri. Ia justru langsung menuju Mapolsek Bajeng dan menyerahkan diri. Saat digelandang petugas, pemuda itu terlihat syok dan tak henti menyebut nama ibunya.

“Saya tidak berniat bunuh, saya hanya tidak ingin ibu saya disakiti lagi,” ujar pelaku singkat dalam pemeriksaan awal.

Baca juga:

Haji Ismail Gelar Sosper Tentang Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif dan emosi di balik peristiwa tragis ini. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk keperluan autopsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *