Puluhan Napi Lapas Kutacane Kabur Menjelang Buka Puasa, Warga Panik dan Lalu Lintas Macet

Rabu, 12 Maret 2025 04:10 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.id, Aceh – Suasana mencekam terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Aceh, setelah 49 narapidana nekat melarikan diri pada Senin (10/3/2025) sore. Aksi dramatis ini terekam dalam video amatir dan viral di media sosial, memicu kepanikan warga sekitar.

Dalam rekaman yang beredar luas, para napi terlihat berlarian menuju gerbang utama dan melompati pagar penjagaan. Mereka berhamburan ke jalan raya, berpencar ke berbagai arah untuk menghindari kejaran petugas. Situasi semakin kacau ketika warga yang menyaksikan kejadian itu ikut panik, menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.

Baca juga:

Atlet Karate Inkado Bitung Raih Juara II Umum di Alex Cup Gorontalo, Berjuang Kumpulkan Dana dengan Berjualan Kue

Beberapa warga berinisiatif membantu petugas dengan menangkap kembali sejumlah napi. Namun, sebagian besar berhasil kabur. Hingga Selasa (11/3/2025), Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melaporkan bahwa 14 napi sudah berhasil ditangkap atau menyerahkan diri, sementara 35 lainnya masih dalam pengejaran.

Momen Jelang Buka Puasa Dimanfaatkan Napi untuk Kabur
Pelarian massal ini terjadi menjelang waktu berbuka puasa, saat petugas dan napi lainnya tengah sibuk menyiapkan makanan. Para napi diduga memanfaatkan kelengahan petugas untuk melarikan diri.

Kepala Subdirektorat Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, membenarkan peristiwa tersebut. “Warga binaan yang melarikan diri berjumlah 49 orang. Tertangkap kembali dan menyerahkan diri sebanyak 14 orang. Jadi, masih ada 35 orang yang dalam pengejaran,” ujar Rika dalam keterangannya.

Baca juga:

Puji Sosok Munafri Arifuddin, Haji Ismail: Putra Terbaik Makassar

Dugaan Motif: Overkapasitas dan Tuntutan Fasilitas di Lapas
Hingga kini, motif utama pelarian ini masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada dua faktor utama: pertama, kelebihan kapasitas di Lapas Kutacane yang menyebabkan kondisi sempit dan tidak nyaman bagi para napi. Kedua, adanya tuntutan dari para napi terkait fasilitas ‘bilik asmara’ yang hingga kini belum tersedia di dalam lapas.

Pihak kepolisian dan petugas lapas masih terus memburu para napi yang melarikan diri. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika melihat keberadaan napi buron tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *