Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti acara purna bakti dan serah terima tugas guru di SMP Negeri 6 Gorontalo. Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, turut hadir dalam acara tersebut untuk memberikan apresiasi dan pesan bermakna kepada para pendidik yang telah mendedikasikan diri selama bertahun-tahun di dunia pendidikan.

Lapangan SMP Negeri 6 Gorontalo dipenuhi dengan tawa, isak haru, dan gemuruh tepuk tangan. Acara ini bukan sekadar seremoni biasa, tetapi wujud penghargaan mendalam atas dedikasi para guru yang telah mengakhiri masa tugasnya.

“Setiap kerja keras dan pengabdian tanpa pamrih akan selalu dikenang,” ujar Indra Gobel dalam sambutannya. “Para guru yang purna tugas hari ini telah memberikan warisan keteladanan yang tidak ternilai.”
Indra menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru yang memasuki masa pensiun maupun yang akan bertugas di tempat baru. Ia menekankan bahwa loyalitas dan dedikasi di dunia pendidikan merupakan bentuk nyata kecintaan terhadap masa depan bangsa.
Tak lupa, ia mendoakan agar para guru yang telah purna bakti senantiasa diberi kesehatan, kebahagiaan, dan umur panjang yang penuh berkah. “Semoga masa purna bakti ini menjadi waktu yang penuh keberkahan bersama keluarga,” tuturnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan seni dari para siswa SMP Negeri 6 Gorontalo. Tarian tradisional yang dibawakan dengan semangat menjadi persembahan khusus sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para guru yang telah menyelesaikan pengabdiannya.
Acara ini dihadiri oleh para guru, tenaga kependidikan, pejabat daerah, serta tamu undangan dari berbagai lapisan masyarakat. Momen ini menjadi pengingat bahwa profesi guru, meskipun sering bekerja dalam diam dan jauh dari sorotan, memiliki peran besar dalam membentuk masa depan generasi bangsa.
Adapun guru yang dinyatakan purna bakti berjumlah empat orang, yakni Yuli Yunus, Ani Mantulangi, Meli Hinta, dan Fatma Johuno. Sementara itu, sembilan guru yang mengalami alih tugas adalah Salmiati Hula, Sahrini Yusuf, Cindra Rauf, Defri Adrian Dunggio, Dwi Anisa, Warjito Muliling, Saiful Husain, dan Fitri Panigoro.
Kehadiran para siswa, guru, dan tamu undangan yang memenuhi lapangan menjadi saksi betapa jasa para pendidik ini telah tertanam kuat dalam ingatan dan hati banyak orang.