Mamuju, Sulawesi Barat – Upaya membentengi para pelajar dari ancaman paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) terus diperkuat. Kolaborasi lintas lembaga antara Satgaswil Sulawesi Barat, Direktorat Binmas Polda Sulbar, Kesbangpol Provinsi Sulbar, dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) turun langsung menyasar pelajar melalui sosialisasi di SMKN 1 Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini tak sekadar seremonial. Sejumlah pejabat penting hadir, di antaranya Kepala Kesbangpol Sulbar Muh. Darwis Damir, Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri AKBP Soffan Ansari, Kapolsek Tapalang AKP H. Mino, Danramil Tapalang Kapten Infanteri Muh. Arif, hingga jajaran Dit Binmas Polda Sulbar. Ratusan siswa, tenaga pendidik, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa turut memadati lokasi kegiatan.
Dalam suasana interaktif, para siswa diajak mengenali secara langsung pola penyebaran paham radikal yang kini kian masif, terutama melalui media digital. Edukasi ini menyoroti ciri-ciri, metode infiltrasi, hingga dampak serius IRET terhadap keutuhan bangsa.
Perwakilan Dit Binmas Polda Sulbar, Ipda A. Irham AT, menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan. Ia mengingatkan bahaya hoaks dan provokasi yang kerap menjadi pintu masuk penyebaran paham menyimpang.
“Generasi muda seperti adik-adik sekalian adalah harapan bangsa. Jangan mudah terpancing emosi atau provokasi, apalagi oleh informasi hoaks yang memecah belah. Justru kalian harus menjadi pelopor dalam melawan penyebaran informasi provokatif,” tegasnya.
Senada, Kasatgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansari, menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang aman yang bebas dari infiltrasi paham radikal. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat, dan dunia pendidikan menjadi kunci utama.
“Gen Z adalah generasi emas yang harus dibentengi sejak dini. Penguatan ideologi kebangsaan dan pemahaman bahaya IRET sangat penting agar mereka tumbuh sebagai generasi cerdas, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sulbar, Muh. Darwis Damir, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas program serupa ke seluruh wilayah Sulawesi Barat.
“Kami akan terus mendorong edukasi dan penguatan wawasan kebangsaan agar lahir generasi muda yang tangguh, toleran, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Perwakilan FKPT, Fatir Imran, juga mengajak pelajar menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing. Ia menekankan pentingnya peran siswa dalam menyebarkan nilai toleransi, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Kegiatan berlangsung dinamis melalui dialog terbuka, diskusi interaktif, hingga pemutaran materi edukatif yang relevan dengan kehidupan remaja. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan, terutama terkait isu-isu yang mereka temui di media sosial.
Kepala SMKN 1 Tapalang Barat menyambut positif kegiatan ini dan berharap program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Ia menilai pembekalan wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa yang kritis, bijak, dan cinta tanah air.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tak hanya memahami bahaya IRET, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan nilai kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat. (Rls)