Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Industri perhotelan di Provinsi Gorontalo masih berjuang untuk bangkit setelah mengalami penurunan signifikan pada awal tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Gorontalo pada Januari 2025 hanya mencapai 32,59 persen, anjlok 24,00 poin dibandingkan Desember 2024 yang lalu.
Namun, secercah harapan mulai terlihat. Pada Februari 2025, TPK hotel berbintang mengalami sedikit kenaikan menjadi 33,02 persen, atau naik tipis 0,43 poin dari bulan sebelumnya. Kenaikan ini memberi sinyal awal pemulihan, meski masih jauh dari kondisi ideal.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu—baik asing maupun domestik—di hotel berbintang pada Januari 2025 tercatat 1,41 malam, turun 0,07 poin dari Desember 2024 yang sebesar 1,48 malam. Namun pada Februari 2025, indikator ini kembali naik menjadi 1,46 malam, menunjukkan peningkatan minat tinggal yang patut dicermati oleh pelaku industri pariwisata.
Untuk hotel non bintang, rata-rata lama menginap justru menunjukkan fluktuasi yang berbeda. Pada Januari 2025 tercatat sebesar 1,12 malam, naik tipis 0,03 poin dari bulan sebelumnya. Namun, Februari mencatatkan sedikit penurunan menjadi 1,11 malam.
Pakar pariwisata menilai bahwa tren ini menjadi peringatan sekaligus peluang. Di tengah dinamika ekonomi dan pola perjalanan wisatawan yang berubah, pelaku industri hotel dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif dalam menarik pengunjung, baik melalui promosi, kolaborasi dengan sektor lain, hingga peningkatan layanan.
Apakah kenaikan ini menjadi awal tren positif bagi sektor perhotelan di Gorontalo? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, sektor ini butuh perhatian dan dorongan lebih agar bisa kembali menggeliat seperti sediakala.