Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo — Setelah sempat mencatat deflasi di awal tahun, laju inflasi Provinsi Gorontalo melonjak tajam pada Maret 2025 dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi month-to-month (mtm) mencapai 2,88 persen, melampaui inflasi nasional yang tercatat 1,65 persen.

Kepala BPS Gorontalo, Mukhamad Mukhanif, mengungkapkan lonjakan inflasi tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya pengeluaran masyarakat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga.
“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 4,00 persen dan menyumbang andil 1,47 persen terhadap total inflasi bulan Maret, sementara kelompok perumahan dan energi mengalami inflasi 10,68 persen dengan andil 1,41 persen,” jelas Mukhanif saat menyampaikan Berita Resmi Statistik di Aula Dulohupa, Senin (8/4/2025).
Tingginya inflasi di kelompok makanan dan minuman tidak lepas dari momentum Ramadan dan Idulfitri. Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pangan mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit, ikan oci/selar, bawang merah, dan ikan layang.
Meski demikian, beberapa komoditas sempat mencatat penurunan harga seperti kangkung, beras, kemiri, dan tomat, namun nilainya tidak cukup besar untuk meredam laju inflasi kelompok ini.
Inflasi di kelompok perumahan dan energi juga tak kalah signifikan. Berakhirnya kebijakan diskon tarif listrik menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan biaya di sektor ini.
“Tarif listrik menjadi penyumbang utama inflasi di kelompok ini. Setelah diskon berakhir, masyarakat langsung merasakan kenaikan biaya,” tambah Mukhanif.

Berbeda dengan sektor lainnya, kelompok transportasi justru mengalami deflasi sebesar 0,48 persen. Penurunan ini didorong oleh turunnya harga tiket pesawat, tarif ojek online, serta harga oli dan suku cadang kendaraan.
Secara tahunan (year-on-year), inflasi Gorontalo tercatat 1,76 persen (Maret 2025 terhadap Maret 2024), sementara secara tahun kalender (year-to-date) mencapai 1,29 persen (Maret 2025 terhadap Desember 2024).
Menariknya, meskipun inflasi tahunan relatif moderat, kontribusi terbesar tetap berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan sumbangan inflasi tahunan sebesar 1,89 persen.
Mukhanif menambahkan bahwa pola kenaikan inflasi pada bulan Maret bukanlah hal baru. “Jika melihat tren tahun-tahun sebelumnya, bulan Maret memang selalu menunjukkan peningkatan karena bertepatan dengan momen Ramadan dan Lebaran,” pungkasnya.