Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, GORONTALO — Menjelang perayaan Lebaran Ketupat 2026, penjualan anyaman ketupat di Pasar Bongomeme, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, mengalami peningkatan signifikan, Jumat (27/3/2026).
Aktivitas jual beli di pasar tersebut terpantau lebih ramai dibanding hari biasa. Para pedagang sejak pagi hari mulai memadati area pasar dengan menjajakan anyaman ketupat berbahan daun kelapa muda (janur) dalam berbagai ukuran.
Peningkatan permintaan terjadi seiring mendekatnya tradisi Lebaran Ketupat yang umumnya dirayakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Gorontalo, khususnya dalam mempersiapkan hidangan khas saat perayaan.
Salah seorang pedagang, Sity Abas, mengaku penjualan anyaman ketupat tahun ini mengalami lonjakan. Dalam satu hari, ia mampu menjual ratusan anyaman, baik melalui pesanan maupun penjualan langsung di pasar.
“Sebagian sudah dipesan, sebagian lainnya dijual langsung. Harga per buah mulai dari Rp1.000, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan permintaan mulai terasa dalam beberapa hari terakhir seiring tingginya antusiasme masyarakat menyambut perayaan tersebut.
Di sisi lain, pembeli cenderung memilih anyaman ketupat siap pakai dibandingkan membuat sendiri. Selain lebih praktis, tidak semua masyarakat memiliki keterampilan menganyam janur seperti generasi sebelumnya.
Kondisi ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal. Para pedagang berharap tren peningkatan penjualan dapat terus berlangsung hingga puncak perayaan Lebaran Ketupat 2026.
Sebagai informasi, Lebaran Ketupat merupakan tradisi turun-temurun yang sarat makna kebersamaan dan rasa syukur. Dalam perayaan ini, ketupat disajikan bersama berbagai hidangan khas dan menjadi simbol eratnya hubungan sosial antarwarga.
Pewarta : Ismail Husin