Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Kuala Lumpur — International Palm Oil Economic Colloquium 2025 yang diselenggarakan di Malaysia menghadirkan para pakar internasional dalam bidang ekonomi dan industri kelapa sawit. Forum ilmiah ini menjadi ruang strategis untuk membahas dinamika, tantangan, serta peluang industri kelapa sawit di tengah tuntutan keberlanjutan global.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, di antaranya Dr. Wanasin Sattayanuwat dari Fiscal Research Institute Thailand, Prof. Dr. Pietro Paganini dari Temple University of Philadelphia sekaligus President at Competere.eu, Thurai Muugen Nathan dari Malaysia, serta perwakilan Indonesia, Dr. Irawati Abdul dari Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Dr. Irawati Abdul menekankan pentingnya pendekatan ekonomi sawit yang inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat di daerah penghasil. Ia menegaskan bahwa penguatan industri sawit tidak dapat dilepaskan dari pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Industri kelapa sawit harus diposisikan tidak hanya sebagai komoditas unggulan nasional, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berkeadilan. Sinergi antara kebijakan, riset akademik, dan praktik industri menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah sawit, khususnya di wilayah-wilayah penghasil,” ujar Dr. Irawati Abdul.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global, seperti isu lingkungan, standar perdagangan internasional, dan persepsi negatif terhadap industri sawit.
“Forum internasional seperti ini sangat strategis untuk memperkuat diplomasi akademik dan ekonomi, sekaligus membangun pemahaman bersama bahwa pengelolaan sawit yang berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
International Palm Oil Economic Colloquium 2025 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dan prosiding ilmiah yang menjadi rujukan bagi pemerintah, pelaku industri, dan akademisi dalam merumuskan arah pengembangan industri kelapa sawit yang berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat global.