Hindari Konfilk Kepentingan, Golkar Makassar Rombak Kader Rangkap Jabatan

Kamis, 18 September 2025 13:23 WITA | Lukman Hakim

MAKASSAR,INFOO24JAM – Partai Golkar Kota Makassar kembali menunjukkan ketegasannya. Di bawah komando Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, partai berlambang pohon beringin itu melakukan perombakan besar-besaran dalam kepengurusan.

Langkah ini bukan sekadar penyegaran, tetapi juga komitmen kuat Golkar Makassar menjaga integritas dengan menutup rapat ruang konflik kepentingan. Para kader yang kini duduk di kursi Direksi maupun Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) resmi digantikan.

“Partai Golkar Kota Makassar tidak akan membiarkan urusan politik tercampur dengan kepentingan bisnis daerah. Integritas partai adalah harga mati,” tegas Munafri dalam rapat pleno yang digelar di Kantor DPD II Golkar Makassar, Rabu (17/9/2025) malam.

Baca juga:

Densus 88 Kumpulkan Ulama dan Pejabat di Majene, Waspadai Penyebaran Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Sejumlah posisi penting kini diisi pelaksana tugas (Plt) agar roda organisasi tetap berjalan normal. Di antaranya:

  • Andi Riyan Ardianto, Bendahara Umum, digantikan oleh Kenrick Reinhart Wilasro.
  • Ali Arief Gauli, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, digantikan A Mallombassi Hamka.
  • Ruslan Mahmud, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana (alm), digantikan Syarif Panji.
  • Irfan Darmawan, Wakil Ketua Bidang Media, digantikan Barli Pallantikang.
  • Amriana, Wakil Ketua Bidang Koperasi, digantikan Arifin Majid.
  • Affandi Ibrahim, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah I, digantikan Iswan S. Utomo.
  • Hendra Hendarsa (alm), Wakil Ketua Bidang Kajian Strategis, digantikan Edhyono Tahalele.

Selain perombakan internal, Golkar Makassar juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan di 15 kecamatan, terdiri dari 7 ketua baru dan 8 ketua lama.

Baca juga:

Posko Jatanras Polrestabes Makassar Terbakar Hebat, Polisi Selidiki Penyebabnya

Munafri menegaskan, pengurus baru diminta langsung tancap gas menyusun program kerja. Fokus utama adalah konsolidasi, perekrutan kader baru, serta memperkuat basis dukungan jelang Pemilu mendatang.

“Jangan menunggu waktu. Setiap pengurus harus berinisiatif memperkenalkan Partai Golkar di wilayahnya masing-masing. Target rekrutmen kader akan disesuaikan dengan jumlah penduduk di tiap kecamatan,” ujar Appi, sapaan akrab Munafri.

Langkah tegas Golkar Makassar ini dinilai sebagai pesan moral bagi partai politik lain, bahwa menjaga kepercayaan masyarakat lebih penting daripada kepentingan pribadi.

“Kami ingin memberi contoh. Politik adalah pengabdian, bukan ruang untuk mencampuradukkan jabatan,” tegas Munafri.

Dengan perombakan ini, Golkar Makassar menegaskan diri sebagai partai yang solid, bersih, dan siap menghadapi kontestasi politik mendatang dengan penuh konsistensi dan disiplin organisasi.(ANDI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *