Mahasiswa KKN-T UNG Gelar Seminar Dorong Pemberdayaan Ekonomi lewat Paving Block Plastik

Jumat, 5 September 2025 15:43 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar seminar program inti untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Helumo melalui inovasi paving block berbahan dasar sampah plastik. Seminar bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pembuatan Paving Block Serta Pemasaran Sebagai Usaha Produktif” tersebut berlangsung di Kantor Desa Helumo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Helumo, Beyca S. Kude, S.Ip, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Usman, S.Pd., M.Si, Dr. Lukman Pakaya, S.Pd., M.Si, Titiek Umi Kalsum Hulopi, S.E., M.Ak, serta sejumlah warga setempat.

Baca juga:

Di Tengah Konflik Global, Bakastra HIPMI Sulsel Bahas Risiko dan Peluang Ekonomi 2026

Dalam sambutannya, Koordinator Desa KKN-T, Rafly Mokodongan, menyampaikan terima kasih atas penerimaan masyarakat terhadap mahasiswa. Ia menjelaskan program inti ini berfokus pada pengelolaan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kebersihan lingkungan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Harapan saya, program ini dapat membawa dampak yang besar bagi desa,” ujar Rafly.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Usman, S.Pd., M.Si, menekankan bahwa ide pembuatan paving block berawal dari survei mahasiswa yang melihat banyaknya sampah plastik, termasuk di sekitar Danau Perintis, yang dapat diubah menjadi peluang usaha bernilai.

Baca juga:

Anggota DPRD Tuban Terekam Asyik Ngevape Saat Rapat Paripurna, Ketua DPRD: Kami Akan Panggil yang Bersangkutan

“Mahasiswa hanya akan memberikan sampelnya. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat meneruskan produk ini dan perlu dipatenkan,” jelasnya.

Kepala Desa Helumo, Beyca S. Kude, S.Ip, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNG. Ia berkomitmen untuk mendukung program tersebut melalui rencana kerja pemerintah desa, termasuk berkolaborasi dengan dinas sosial.

“Program ini selaras dengan harapan kami untuk mengurangi sampah plastik dan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Beyca. Ia juga berharap komunikasi dengan UNG tetap terjalin pasca berakhirnya KKN pada 20 September 2025 untuk pengembangan lebih lanjut.

Seminar dilanjutkan dengan pemaparan materi dan penayangan video tutorial proses pengolahan paving block oleh mahasiswa. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama aparat desa, DPL, dan masyarakat.

Pewarta: Saad Sugai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *