Polda Sulsel Fasilitasi Rekonsiliasi Eks Napiter dan Korban Teror Lewat Rumah Moderasi

Selasa, 3 Juni 2025 09:43 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Makassar – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mendorong proses rekonsiliasi antara mantan narapidana terorisme (napiter) dan korban aksi teror. Upaya ini difasilitasi melalui Yayasan Rumah Moderasi Makassar, yang bergerak di bidang ekonomi, deradikalisasi, dan pendidikan.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Rusdi Hartono mengatakan bahwa program ini lahir dari kesadaran para mantan napiter yang mulai mengakui kesalahan masa lalu mereka.
“Ini merupakan kesadaran dari masing-masing pihak. Mereka menyadari bahwa apa yang pernah dilakukan adalah sebuah kesalahan,” ujarnya saat ditemui di Makassar, Sabtu (1/6/2025).

Rusdi menegaskan bahwa kepolisian mendukung penuh perubahan positif ini. “Kesadaran tersebut kami tampung dan arahkan melalui kegiatan-kegiatan positif, khususnya dalam bidang ekonomi,” tambahnya.

Yayasan Rumah Moderasi Makassar, yang dipimpin oleh Ustaz Suryadi Mas’ud, menjadi wadah pemberdayaan eks napiter agar bisa kembali aktif dan produktif di tengah masyarakat. Melalui yayasan ini, para mantan pelaku teror menjalankan berbagai jenis usaha seperti kuliner, warung kopi, serta mengikuti pelatihan kebangsaan.

Baca juga:

Kapolda Sulsel Pimpin Apel Gelar Pasukan Patuh Pallawa 2025

Salah satu momen penting dalam program ini adalah keterlibatan dua korban bom Gereja Katedral Makassar yang kini telah bekerja di RS Bhayangkara. Langkah ini menjadi simbol penting dalam proses rekonsiliasi.

“Alhamdulillah, korban kita pekerjakan, dan mantan pelaku kita berikan ruang untuk menjalankan kegiatan ekonomi. Harapannya, semua bisa melanjutkan hidup dengan damai,” ujar Rusdi.

Ketua Yayasan Rumah Moderasi, Ustaz Suryadi, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 82 anggota yang tergabung dalam yayasan, termasuk eks anggota kelompok Jemaah Islamiyah. “Insyaallah jumlahnya akan terus bertambah. Saat ini sudah lebih dari 100 orang terlibat secara aktif,” katanya.

Berbagai usaha telah berjalan aktif di bawah naungan yayasan, mulai dari usaha bakso, coto Makassar, kedai kopi, hingga pelatihan keterampilan lainnya. “Kami dorong agar teman-teman bisa mandiri dan tidak kembali ke jalan yang salah,” imbuhnya.

Selain pemberdayaan ekonomi, yayasan ini juga memberikan pelatihan ideologi dan kebangsaan. “Dulu kami menolak pendidikan, tapi sekarang kami ingin anak-anak kami bisa bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Suryadi.

Ke depan, Yayasan Rumah Moderasi Makassar memiliki tiga fokus utama: penguatan ekonomi, deradikalisasi internal dan eksternal, serta pengembangan pendidikan. Salah satu rencana mendesak adalah pendirian pondok pendidikan sebagai upaya regenerasi nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan yang moderat.

Baca juga:

Kapolri Lakukan Rotasi Besar di Korps Brimob, Dorong Penyegaran dan Transformasi Organisasi

Kapolda Rusdi Hartono menekankan bahwa program ini membutuhkan kolaborasi semua pihak. “Ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia berharap inisiatif yang dimulai dari Sulawesi Selatan ini dapat menjadi contoh program rekonsiliasi yang bisa diadopsi di seluruh Indonesia. “Semoga ini menjadi awal yang baik menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *