Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID – Dua remaja di Madiun, Jawa Timur, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) yang tengah melakukan konvoi. Insiden ini terekam kamera CCTV dan videonya menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @EternalFirstLov, tampak detik-detik dua remaja dianiaya oleh rombongan pemotor yang diduga merupakan oknum dari kelompok pesilat.
“2 remaja di Madiun tiba-tiba dikeroyok gerombolan pesilat yang sedang konvoi. Pasti kalian tidak menduga kalau di warungnya ada CCTV, kan? Wajah kalian terpampang jelas. Jangan kaget kalau nanti disapa bapak polisi,” tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.
Rekaman memperlihatkan seorang remaja mengenakan helm, jaket hitam, dan celana pendek sedang mengisi bensin di depan sebuah warung sembako. Sementara itu, temannya yang mengenakan helm putih, kaus biru, dan celana panjang terlihat mondar-mandir di sekitar motor.
Tak lama kemudian, sekelompok pemotor menghampiri dan langsung menyerang kedua remaja tersebut. Para pelaku terlihat menggunakan benda-benda di sekitar lokasi, seperti galon air dan papan kayu, untuk memukul korban. Karena jumlah yang tidak seimbang, kedua remaja tidak mampu melawan atau melarikan diri.
Aksi brutal ini baru berhenti setelah warga sekitar mendatangi lokasi, membuat para pelaku kabur. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Munggut, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, pada Senin dini hari (12/5/2025).
Pihak Polres Madiun telah mengamankan lima orang terduga pelaku. Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman guna mengungkap motif di balik pengeroyokan tersebut.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari warganet. Banyak yang mengecam aksi kekerasan tersebut dan mempertanyakan nilai-nilai yang diajarkan dalam perguruan silat.
“Pesilat seharusnya menjunjung tinggi nilai ksatria dan menjauhkan diri dari tindakan anarkis,” tulis salah satu pengguna X.
Warganet lainnya menyayangkan tindakan rombongan tersebut yang dinilai mencoreng nama baik dunia persilatan. Beberapa bahkan mempertanyakan peran perguruan dalam mendidik anggotanya agar menjunjung tinggi etika bela diri.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.