Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

JAKARTA, INFOO24JAM – Media sosial kembali dihebohkan dengan potongan video yang memperlihatkan suasana pengajian unik di Pacitan, Jawa Timur. Pengajian yang dipimpin oleh Muhammad Iqdam atau akrab disapa Gus Iqdam itu menjadi sorotan lantaran dibuka dengan iringan musik DJ. Kejadian ini viral setelah diunggah oleh sejumlah akun, termasuk Instagram @dagelanviral.
Dalam video yang beredar luas, terlihat ribuan jamaah memadati lokasi pengajian. Saat tim hadroh Sabilu Taubah dipanggil naik ke atas panggung, panitia justru memutar musik remix ala DJ. Sorotan lampu warna-warni semakin menambah nuansa bak konser musik, bukan pengajian seperti biasanya.
“Dan inilah hadrah Pusat Sabilu Taubah,” ujar pembawa acara dengan penuh semangat, diiringi dentuman musik DJ yang menggema.
Tak hanya itu, pembawa acara juga mengajak jamaah untuk mengangkat tangan dan bertepuk tangan mengikuti alunan musik, menciptakan suasana yang tak lazim dalam sebuah acara keagamaan.
Menanggapi viralnya video tersebut, Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilu Taubah memberikan klarifikasi. Ilham Burhanuddin alias Jebor, salah satu pengurus ponpes, membenarkan bahwa video itu memang diambil saat acara pengajian bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan sekitar dua minggu lalu.
“Iya, itu memang musiknya seperti itu. Itu opening saat tim hadrah masuk panggung. Musik DJ itu hanya sekitar satu menit saja,” jelas Ilham.
Ia menambahkan bahwa pemilihan musik tersebut sengaja dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat agar lebih antusias mengikuti pengajian.
“Lagu itu memang kami pilih sendiri. Tujuannya supaya suasana lebih meriah, orang-orang senang, dan mau ikut pengajian daripada berkeliaran di jalan. Tidak ada salahnya kan?” tegasnya.
Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung menuai reaksi beragam dari warganet. Sebagian mendukung inovasi ini sebagai bentuk dakwah yang lebih menarik bagi generasi muda. Namun, banyak pula yang mengkritik penggunaan musik DJ dalam acara pengajian, menganggapnya kurang pantas.
“Pengajian pakai musik DJ? Ini benar-benar akhir zaman,” komentar akun @ary***.
“Menarik perhatian warga gak gini juga caranya,” tambah akun @irf***.
“Baru tahu aku kalau pengajian bisa dibuka dengan lagu-lagu diskotik,” tulis akun @lif***.
Sebagian netizen juga mengkhawatirkan bahwa penggunaan musik semacam ini dapat mengaburkan esensi dari pengajian itu sendiri.
“Pengajian itu ya harusnya tidak ada musik. Tujuannya kan menyampaikan ilmu agama dengan cara yang lebih baik,” ujar akun @ari***.
Namun, ada juga yang melihatnya dari sudut pandang berbeda.
“Dakwah itu harus menyesuaikan zaman. Selama isinya tetap menuntun ke jalan yang benar, kenapa tidak?” tulis akun @rah***.
Perdebatan terkait metode dakwah ini tampaknya masih akan terus berlanjut. Apakah pengajian dengan konsep modern seperti ini bisa diterima oleh masyarakat luas? Ataukah tradisi pengajian sebaiknya tetap mempertahankan nilai-nilai klasiknya? Yang jelas, fenomena ini telah membuka diskusi baru tentang cara berdakwah di era digital.**