Alata Handmade Gorontalo Didorong Perkuat Branding dan Pemasaran melalui Media Sosial

Senin, 28 September 2026 13:52 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, GORONTALO — Upaya mengembangkan pemasaran produk kerajinan berbahan eceng gondok terus dilakukan melalui penguatan branding digital dan pemanfaatan media sosial. Hal itu dilakukan melalui kegiatan pendampingan kepada UMKM Kerajinan Eceng Gondok Alata Handmade Gorontalo yang berlangsung di Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Optimalisasi Branding Digital dan Social Media Marketing pada UMKM Kerajinan Eceng Gondok Alata Handmade Gorontalo” tersebut bertujuan membantu pelaku UMKM mengembangkan strategi pemasaran yang lebih terarah melalui media sosial sekaligus memperkuat identitas merek agar produk kerajinan lokal memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim peneliti yang terdiri atas Ramansyah sebagai ketua tim peneliti, bersama Wira Pratama Rumambie dan La Here Kaharfin sebagai anggota tim peneliti.

Baca juga:

Tak Terima Koper Dipindah, Anggota DPRD Sumut Ngamuk dan Cekik Pramugari!

Tim juga melibatkan anggota non-dosen, yakni Saad Lintang Wardana Sugai dan Ismail Husin Keterlibatan mahasiswa tersebut mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam proses praktik, pendampingan, dokumentasi, serta penerapan materi pemasaran digital bersama mitra.

Program dilaksanakan melalui pelatihan, praktik, dan pendampingan yang berfokus pada peningkatan kapasitas Alata Handmade dalam mengelola komunikasi pemasaran digital. Materi yang diberikan mencakup digital branding, fotografi dan videografi produk menggunakan smartphone, penyusunan brand guideline, serta pengelolaan media sosial.

Peserta juga diarahkan memahami pentingnya identitas visual, karakter merek, target audiens, penyusunan pesan, hingga pemilihan konten yang sesuai dengan karakter produk. Dengan demikian, media sosial tidak hanya digunakan sebagai tempat mengunggah foto produk, tetapi juga sebagai sarana membangun komunikasi dan hubungan dengan calon konsumen.

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah fotografi produk. Peserta diberikan pemahaman mengenai pencahayaan, komposisi, sudut pengambilan gambar, pemilihan latar, serta teknik sederhana untuk menghasilkan foto produk yang lebih menarik dan sesuai digunakan pada media sosial.

Alata Handmade merupakan UMKM yang memproduksi berbagai kerajinan berbahan eceng gondok, antara lain tas, dompet, kotak tisu, keranjang, cendera mata, dan produk dekorasi. Produk tersebut memiliki karakter yang menggabungkan nilai kerajinan lokal dengan konsep ramah lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pemasaran digital. Aktivitas media sosial belum sepenuhnya dilakukan secara konsisten dan strategis. Konten yang dipublikasikan masih banyak berfokus pada unggahan produk, sementara pemanfaatan fitur media sosial untuk membangun interaksi dan memperluas jangkauan audiens masih perlu ditingkatkan.

Karena itu, pendampingan diarahkan tidak hanya pada kemampuan membuat konten, tetapi juga bagaimana konten tersebut menjadi bagian dari strategi komunikasi pemasaran. Pelaku UMKM didorong menyusun konten secara lebih terencana dengan mempertimbangkan karakter merek, kebutuhan audiens, serta tujuan pemasaran.

Selain pelatihan, peserta diarahkan menghasilkan sejumlah produk komunikasi digital berupa foto produk dan video promosi. Hasil tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai materi publikasi pada platform media sosial Alata Handmade. Program juga menargetkan tersusunnya materi pendukung pemasaran digital dan pengembangan aktivitas media sosial mitra.

Penyusunan brand guideline menjadi bagian penting dalam kegiatan untuk membantu menjaga konsistensi identitas visual Alata Handmade. Panduan tersebut mencakup unsur identitas merek, nilai dan positioning, penggunaan logo, warna, tipografi, gaya fotografi, desain, serta gaya bahasa dalam komunikasi media sosial.

Melalui kegiatan tersebut, Alata Handmade diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola identitas merek dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran. Optimalisasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan jangkauan promosi, interaksi dengan konsumen, pengenalan produk, serta pengembangan pasar.

Program pendampingan selanjutnya diarahkan pada penerapan hasil pelatihan melalui pengelolaan konten media sosial secara berkelanjutan, termasuk penyusunan kalender konten dan pemantauan perkembangan aktivitas media sosial. Dengan pendampingan tersebut, strategi branding dan pemasaran digital diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha Alata Handmade secara berkelanjutan.

Baca juga:

Empat Anggota Polda Gorontalo Dipecat Tidak Hormat, Terbukti Langgar Kode Etik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *