Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, GORONTALO – Kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di wilayah Leato, Gorontalo, dinilai bukan sekadar agenda politik biasa. Hal tersebut disampaikan dalam kajian politik yang dirilis oleh The Gorontalo Institute dengan tajuk “Prabowo di Leato: Politik Elektoral, Gerindra Gorontalo, dan Strategi Teluk Tomini.”
Founder The Gorontalo Institute, Dr. Funco Tanipu, ST., M.A., menjelaskan bahwa secara elektoral Prabowo memiliki kekuatan yang sangat besar di Gorontalo. Berdasarkan data Pemilu 2024, pasangan Prabowo-Gibran berhasil meraih 504.662 suara di Gorontalo. Namun, tingginya dukungan terhadap Prabowo belum sepenuhnya berbanding lurus dengan dominasi Partai Gerindra sebagai partai politik.
“Prabowo bekerja sebagai figur nasional, Gerindra sebagai kendaraan elektoral, sedangkan El Nino menjadi mesin lokal,” demikian salah satu poin analisis dalam kajian tersebut.
Data yang dipaparkan menunjukkan suara Gerindra untuk DPR RI di Gorontalo mencapai 145.152 suara. Sementara itu, suara caleg El Nino memperoleh 126.129 suara, jauh lebih besar dibanding suara coblos logo Gerindra yang hanya mencapai 12.395 suara.
Kajian tersebut juga menyoroti tren elektoral Prabowo dan Gerindra sejak tahun 2009 hingga 2024. Pada Pemilu 2024, suara Prabowo kembali meningkat sebesar 46,22 persen dibanding periode sebelumnya. Di sisi lain, Gerindra juga mengalami pertumbuhan suara sebesar 65,42 persen, meski dinilai belum mampu menjadi partai dominan di daerah.
Dari sisi keterwakilan politik, jumlah kursi Gerindra di DPRD kabupaten/kota di Gorontalo meningkat dari 15 kursi pada 2014 menjadi 26 kursi pada 2024. Sedangkan di DPRD Provinsi Gorontalo, Gerindra kini memperoleh enam kursi. Meski demikian, untuk tingkat DPR RI, Gerindra masih mempertahankan satu kursi dari daerah pemilihan Gorontalo.
Analisis tersebut juga menempatkan kawasan Teluk Tomini sebagai wilayah strategis dalam peta politik nasional. Kawasan yang meliputi Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara itu dinilai memiliki bobot geopolitik dan ekonomi yang penting.
Secara keseluruhan, The Gorontalo Institute menyimpulkan bahwa kekuatan elektoral Prabowo di Gorontalo belum otomatis mengubah identifikasi politik masyarakat menjadi loyalitas penuh terhadap Partai Gerindra. Selain itu, momentum menuju Pemilu 2029 disebut akan menjadi ujian penting bagi Gerindra untuk memperkuat basis kelembagaan politiknya di kawasan Teluk Tomini.