Wali Kota Makassar Dorong Guru Jadi Barometer Integritas dan Kualitas Pendidikan Nasional

Kamis, 18 September 2025 13:39 WITA | Lukman Hakim

MAKASSAR,INFOO24JAM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan kembali bahwa guru memegang peran strategis dalam menjaga marwah dunia pendidikan. Baginya, tugas utama seorang pendidik adalah memanusiakan manusia serta membentuk generasi yang berkarakter utuh.

Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Makassar Masa Bakti XXIII 2025–2030 di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan, Kamis (18/9/2025).

“Masalah integritas di dunia pendidikan bukan hal baru, ini sudah lama terjadi dan harus disuarakan lebih lantang lagi. Guru adalah benteng utama yang menjaga agar dunia pendidikan tidak tercoreng,” tegas Munafri yang akrab disapa Appi.

Kolaborasi Pemkot dan PGRI

Appi menilai integritas guru bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari persoalan keluarga hingga tekanan lingkungan. Karena itu, Pemkot Makassar mendorong kolaborasi erat dengan PGRI untuk memperkuat kualitas dan kemandirian guru.

Baca juga:

DJKI Dorong Perlindungan Merek pada Pameran Info Franchise & Business Concept 2026

“Kami butuh PGRI sebagai mitra strategis. Pemerintah kota dengan segala keterbatasannya tidak bisa berjalan sendiri. Bersama PGRI, saya yakin kita bisa menjadikan Makassar barometer kualitas guru di Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Makassar menaruh perhatian besar pada infrastruktur pendidikan, termasuk sekolah di wilayah kepulauan. Bahkan, kolaborasi dengan sektor swasta terus didorong untuk memperbaiki sarana belajar.

Guru Mandiri dan Profesional

Dalam sambutannya, Appi juga menekankan pentingnya kemandirian guru. Menurutnya, pendidik harus terbebas dari beban yang dapat mengganggu fokus dalam mengajar.

“Pendidikan harus menjadi central point pemikiran bersama agar profesi guru benar-benar dihormati dan dihargai. Saya harap PGRI bisa menampung suara para guru dan memperjuangkannya,” ucap Ketua IKA FH Unhas itu.

Baca juga:

IWD 2026: Aktivis Perempuan Soroti Kebijakan BPJS, Akses Visum Korban Kekerasan Seksual Terancam

Ia juga mengingatkan agar pengurus PGRI tetap memprioritaskan tugas utama sebagai pendidik. “Organisasi penting, tapi jangan sampai membuat guru lalai pada tugas utamanya di kelas,” tegasnya.

Kesejahteraan Guru Jadi Kunci

Tak hanya kualitas, Appi turut menyinggung kesejahteraan sebagai pondasi profesi guru. Ia bahkan berandai-andai, bila gaji guru setara Rp50 juta per bulan, profesi ini akan menjadi yang paling diminati di Indonesia.

“Sayangnya, kondisi itu baru ada di BUMN besar. Tapi pemerintah kota tetap berupaya meningkatkan insentif, terutama bagi guru di kepulauan. Insyaallah bulan ini ada tambahan insentif yang sudah dianggarkan,” ungkapnya.

Harapan untuk PGRI

Munafri berharap kepengurusan PGRI yang baru mampu menghadirkan program berkelanjutan. Ia menekankan agar program baik tidak terputus setiap kali terjadi pergantian pengurus.

“Yang bagus harus ditingkatkan, yang kurang diperbaiki. Saya berharap PGRI menjadi wadah aspirasi sekaligus motor penggerak peningkatan kualitas guru di Kota Makassar,” pungkasnya ( Andi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *