Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO.24JAM.ID, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Teknologi Pangan Berkelanjutan di Desa Toluwaya, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (2/9/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Pertanian Berbasis Kearifan Lokal untuk Optimalisasi Sumber Daya Pangan Berkelanjutan” ini dihadiri oleh perangkat desa, dosen pembimbing, penyuluh pertanian, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Toluwaya, Abdul Karim Yahya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas program kerja mahasiswa KKN tersebut.

“Program kerja mahasiswa KKN ini sangat membantu masyarakat desa, khususnya para petani sayur. Kami berterima kasih atas kontribusi nyata ini,” ujar Abdul Karim.
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Melalui pelatihan, masyarakat diperkenalkan pada praktik pertanian yang memanfaatkan sumber daya lokal.
Salah satu materi inti adalah pembuatan pestisida organik dari bahan alami yang mudah ditemui di sekitar, seperti daun kemangi dan mengkudu. Metode ini dinilai lebih sehat, ekonomis, dan mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Tak hanya menyampaikan materi, pelatihan juga melibatkan praktik langsung di lapangan. Masyarakat mendapat bimbingan teknis mengenai cara merawat lahan, mengendalikan hama penyakit tanaman, serta penggunaan pupuk yang aman bagi lingkungan.
Turut hadir dalam acara tersebut Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Sri Yulianty Mozin, ST, MPA dan Dr. Alexander Badjuka, S.Si, M.AP, Wakil Ketua BPD Desa Toluwaya Widyawati Ngabito, serta Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bulango Timur, Mohammad Harun.
Kegiatan diakhiri dengan harapan bahwa ilmu yang diberikan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan mandiri di Desa Toluwaya.
Pewarta: Ismail