Mahasiswa KKN UNG Ubah Limbah Batok Kelapa Jadi Produk Ekonomi Kreatif

Senin, 8 September 2025 07:59 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberdayakan masyarakat Desa Permata, Kabupaten Bone Bolango, dengan menggelar pelatihan inovasi produk ramah lingkungan dari batok kelapa. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/9/2025) ini bertujuan mengubah limbah yang sering terbuang menjadi barang bernilai jual tinggi.

Pelatihan yang diadakan di Posko KKN UNG tersebut dihadiri oleh perangkat desa, Karang Taruna, dan warga setempat. Turut hadir Kepala Desa Permata, Minggus Harun S.AP, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Trifandi Lasalewo, S.T., M.T., dan Dr. Hariana, S.Pd., M.Ds.

Dalam sambutannya, Minggus Harun menyambut positif inisiatif para mahasiswa. “Program ini sejalan dengan program pemerintah pusat. Kerajinan dari batok kelapa memiliki potensi besar. Jika berhasil, akan kamianggarkan melalui dana desa,” ujarnya.

Dosen Pembimbing, Dr. Trifandi Lasalewo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif. “Inovasi pemanfaatan batok kelapa menjadi produk bernilai tambah, seperti kerajinan tangan, tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga membuka peluang usaha baru,” jelasnya. Ia berharap langkah ini dapat meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi warga.

Koordinator Desa KKN Permata, Lius Kaaba, mengatakan batok kelapa yang sering dianggap limbah ternyata menyimpan peluang besar. “Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat melihat potensi ini dan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi,” ungkap Lius.

Baca juga:

Sindikat Penggelapan Mobil Rental Dibongkar di Gorontalo, Modus Pinjam Lalu Gadaikan

Salah seorang peserta, Kevin Manosso, mengapresiasi pelatihan ini. “Ini memberikan ilmu baru. Awalnya batok kelapa cuma untuk dibakar, ternyata bisa dijadikan kerajinan tangan yang memiliki nilai,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian lingkungan di Desa Permata.

Pewarta: Saad Sugai

Baca juga:

Hari Dharma Wanita 2025: Melani Simon Jufri Ajak Perempuan Sulsel Jadi Teladan dan Inspiratif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *