Aksi Emak-Emak Berfoto di Depan Candi Saat Ibadah Tuai Kecaman Netizen

Sabtu, 17 Mei 2025 19:25 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Pasuruan (Jawa Timur) – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok emak-emak berfoto di depan candi yang sedang digunakan untuk beribadah viral di media sosial. Salah satu akun yang mengunggah video tersebut adalah @medsos_rame di Instagram.

Dalam video yang beredar, terlihat lima wanita berada di area situs bersejarah. Empat di antaranya sedang berpose untuk berfoto, sementara satu lainnya bertindak sebagai fotografer. Lokasi kejadian diketahui berada di Candi Belahan, Gempol, Pasuruan, Jawa Timur.

Yang menjadi sorotan publik adalah aksi emak-emak tersebut yang berfoto di depan area tempat berlangsungnya prosesi ibadah. Di latar belakang terlihat dua orang, seorang pria dan seorang wanita, sedang khusyuk beribadah namun tertutupi oleh aktivitas berfoto kelompok tersebut.

Baca juga:

Polantas di Salatiga Diduga Tendang Pemotor hingga Terjatuh, Polisi Berikan Klarifikasi

Meski dua orang yang beribadah tetap fokus, aksi swafoto di lokasi sakral itu memicu respons negatif dari warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak menghargai tempat ibadah dan mengganggu kekhusyukan.

Berikut beberapa komentar dari warganet yang menyoroti insiden tersebut:

“Ini kesannya kok tidak menghargai kepercayaan orang lain, mungkin bisa dibilang kurang ajar ya,” tulis akun @yoi***.

“Salut yang beribadah tetap fokus dan tidak goyah,” tulis akun @cho***.

“Malu aku. Pakai jilbab tapi sopan santun enggak ada, saling menghormati juga tidak peka. Aduh, emak siapa itu,” komentar akun @yun***.

“Kok enggak ada yang negur sih?” tulis akun @dja***.

“Benar-benar tidak punya tata krama, memalukan,” tulis akun @mar***.

“Kadang-kadang perlu disadarkan dengan realitas seperti ini biar enggak melampaui batas. Boleh berfoto tapi juga harus peka situasi sekitar,” komentar akun @w.t***.

Baca juga:

Festival UMKM 2025 : Angelina Sondakh Nilai DJKI Sukses Permudah Pelaku Usaha Mikro

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kejadian tersebut. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran untuk menjaga etika dan menghormati ruang ibadah serta nilai-nilai budaya di tempat publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *