Polantas di Salatiga Diduga Tendang Pemotor hingga Terjatuh, Polisi Berikan Klarifikasi

Minggu, 30 Maret 2025 06:22 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, SALATIGA – Sebuah video yang memperlihatkan seorang polisi lalu lintas (Polantas) diduga menendang pengendara motor hingga terjatuh viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun X @PetugasDumay dan langsung mengundang berbagai reaksi dari warganet.

Dalam rekaman yang beredar, tampak seorang pengendara motor berboncengan melaju tanpa mengenakan helm. Seorang Polantas yang juga mengendarai motor terlihat mendekat, lalu tiba-tiba pemotor itu terjatuh. Warganet menduga bahwa polisi tersebut sengaja menendang pengendara hingga tersungkur di pinggir jalan. Insiden ini terjadi di Salatiga, Jawa Tengah, pada Minggu (23/3/2025).

Rekaman ini pun menuai sorotan tajam dari publik. Tak sedikit yang mengkritik tindakan polisi, mempertanyakan apakah tindakan tersebut sesuai dengan prosedur penegakan hukum di jalan raya.

Polisi Beri Penjelasan

Menanggapi viralnya video tersebut, Kasatlantas Polres Salatiga, AKP Darmin, akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan bahwa anggota yang terekam dalam video merupakan personel dari Satlantas Polres Salatiga yang tengah menjalankan tugas penertiban pelanggaran lalu lintas.

Baca juga:

Munafri Ajak Warga Jaga Kebersihan & Keamanan Lewat Gerakan Subuh Berjamaah dan Jumat Bersih

“Itu anggota kami yang sedang melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas,” ujar AKP Darmin dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa pengendara motor tersebut melanggar aturan dengan tidak memakai helm. Namun, ia membantah tuduhan bahwa anggotanya sengaja menendang pemotor hingga terjatuh.

“Tidak ada tindakan menendang seperti yang terlihat di video. Yang terjadi adalah kontak antara kendaraan petugas dan pemotor akibat jarak yang terlalu dekat,” jelas Darmin.

Baca juga:

Di Tengah Konflik Global, Bakastra HIPMI Sulsel Bahas Risiko dan Peluang Ekonomi 2026

Menurutnya, insiden itu terjadi saat petugas hendak menghentikan pengendara, namun karena posisi terlalu rapat, terjadi senggolan yang menyebabkan pemotor kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Sementara petugas tetap mampu mengendalikan kendaraannya dan tidak ikut terjatuh.

“Pemotor terpental ke kiri, sementara anggota kami yang keseimbangannya masih terjaga, tetap dalam posisi aman,” tambahnya.

Pernyataan ini diharapkan bisa meredam spekulasi yang beredar di media sosial. Meski demikian, kasus ini tetap menjadi perhatian publik yang menuntut transparansi dalam penegakan hukum di jalan raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *