Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Aceh – Sebuah pemandangan tak biasa terjadi saat musibah kebakaran melanda Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, pada Jumat (25/4/2025). Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengumandangkan adzan di tengah kobaran api menjadi viral di media sosial.
Video tersebut salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @lambe_turah. Dalam rekaman itu, terlihat api membesar melahap sebuah rumah, disertai kepulan asap hitam yang tebal terbawa angin. Umumnya, dalam situasi seperti ini, masyarakat berupaya membantu evakuasi korban, memadamkan api, atau menyelamatkan barang-barang berharga.
Namun, aksi seorang pria berseragam aparatur sipil negara (ASN) menarik perhatian. Ia tampak berdiri di balik pagar, tidak jauh dari titik kebakaran, dan dengan khusyuk mengumandangkan adzan di tengah situasi mencekam tersebut.
Aksi tersebut pun menjadi sorotan warga sekitar dan pengguna media sosial. Hingga kini, belum diketahui pasti alasan pria tersebut mengumandangkan adzan di lokasi kejadian.
Video ini menuai beragam komentar dari netizen. Ada yang mempertanyakan, ada pula yang memberikan pembelaan.
“Adzan kan buat manggil orang sholat, kenapa api diadzanin,” tulis akun @kri***.
“Saya juga adzan kalau ada musibah seperti hujan badai atau gempa. Tapi kalau kebakaran begini, lebih baik panggil damkar sambil siram air,” komentar akun @far***.
Sementara itu, beberapa netizen lain mencoba memberi pemahaman.
“Yang paham ajaran Islam pasti tahu, adzan memang dianjurkan saat terjadi musibah,” tulis akun @fit***.
“Positif thinking aja. Mungkin bapaknya sudah hubungi damkar, sambil adzan nunggu bantuan datang,” ujar akun @hus***.
“Kami di Aceh memang terbiasa mengumandangkan adzan saat kebakaran, sebagai bentuk memohon pertolongan kepada Allah,” ungkap akun @ani***.
“Dalam Islam, saat terjadi bencana seperti badai, dianjurkan untuk adzan,” tambah akun @mif***.
“Yang adzan kan cuma satu orang, pasti yang lain tetap bantu padamkan api dan hubungi damkar. Jangan menilai dari satu sudut saja,” sahut akun @ren***.
Musibah kebakaran ini tak hanya mengundang keprihatinan, tetapi juga membuka diskusi tentang kearifan lokal dan praktik keagamaan yang masih kental di tengah masyarakat Aceh.