Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID – Seorang TikToker asal Pontianak, Kalimantan Barat, Riezky Kabah Nizar, menuai kontroversi usai mengunggah pernyataan yang menuding semua guru melakukan korupsi dan tidak layak dihormati. Unggahan yang dibagikan melalui akun TikTok pribadinya, @riezky.kabah, langsung memicu kemarahan warganet.
Dalam video tersebut, Riezky menampilkan sebuah berita tentang seorang siswi SMA yang melaporkan dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolahnya kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Merespons kasus itu, Riezky lantas menyebut bahwa seluruh guru adalah koruptor dan kerap membebani orang tua siswa dengan berbagai pungutan seperti uang gedung, sumbangan sekolah, dan pembelian buku LKS.
“Mereka itu secara tidak langsung sudah menyiksa orang tua murid dengan meminta dana-dana tambahan untuk sekolah. Alasannya macam-macam, uang gedung lah, uang sumbangan lah, buku LKS lah, alah!” ujar Riezky dalam unggahannya.
Ia juga menilai bahwa biaya sekolah negeri seharusnya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, tanpa ada pungutan kepada siswa atau orang tua. Lebih lanjut, Riezky mempertanyakan gaya hidup sebagian guru yang dinilainya tidak sesuai dengan penghasilan mereka.
“Gaji guru negeri kecil, mentok-mentok UMR tiga jutaan. Tapi kok bisa foya-foya, liburan ke luar negeri, renovasi rumah? Duit dari mana? Ya jelas dong dari korupsi,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, ia bahkan mengimbau para pengikutnya untuk tidak lagi menghormati guru.
“Mulai sekarang, jangan percaya sama guru dan jangan sekali pun hormati mereka karena mereka sudah menyiksa kalian dengan meminta dana-dana yang tidak seharusnya,” lanjutnya.
Di akhir videonya, Riezky melontarkan pernyataan kontroversial yang semakin menyulut emosi banyak pihak. “Guru itu adalah penjahat paling kejam di dunia pendidikan,” pungkasnya.
Pernyataan Riezky langsung menuai hujatan dari berbagai kalangan, terutama dari para guru dan masyarakat yang menilai ucapannya sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi pendidik. Warganet ramai-ramai mengecam unggahan tersebut dan meminta tindakan hukum atas dugaan pencemaran nama baik.
“Semua? Data dari mana? Ada penelitian yang menyatakan semua guru pasti korupsi? Tolong hargai tenaga pendidik yang bekerja dengan jujur meskipun gajinya tidak layak,” tulis akun @ita***.
“Ini sudah kelewatan! Harus ada tindakan hukum karena telah menggeneralisasi semua guru. Ini termasuk pencemaran nama baik!” kata akun @asd***.
Banyak netizen yang mengaku terluka dengan pernyataan tersebut, terutama mereka yang memiliki keluarga berprofesi sebagai guru.
“Ibu saya guru. Saya sakit hati mendengar profesi ibu saya disebut penjahat. Mas, kalau berani, ayo kita diskusi!” tulis akun @fik***.
Sejumlah warganet juga berusaha memberikan pemahaman bahwa banyak guru yang bekerja keras dan berkorban untuk pendidikan anak bangsa.
“Astaghfirullah, sedih melihat ini. Kami mati-matian mengajar anak-anak yang belum bisa membaca hingga mereka bisa membaca,” tulis akun @dew***.
Bahkan, ada yang memberikan penjelasan terkait kondisi finansial guru yang mungkin tidak dipahami oleh Riezky.
“Lo gak tahu kalau SK (Surat Keputusan) bisa dijadikan jaminan di bank? Guru bisa pinjam uang tanpa agunan dan cicilannya sampai 10 tahun. Banyak juga guru punya usaha sampingan,” tulis akun @wan***.
Sementara itu, beberapa warga telah melaporkan Riezky ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap profesi guru. Kasus ini diprediksi bakal terus bergulir dan menjadi perhatian publik.