Bukan Mengawal ! Armada AL Italia Ketahuan Coba Gagalkan Pelayaran Global Sumud Flotilla

Rabu, 1 Oktober 2025 15:31 WITA | Lukman Hakim

INTERNASIONAL, INFOO24JAM,- Armada Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza kembali menghadapi tantangan serius di Laut Mediterania.

Sebanyak 45 kapal kemanusiaan yang membawa ratusan aktivis dari berbagai negara dilaporkan terus dibayangi oleh fregat milik Angkatan Laut Italia.

Sejak awal, pengerahan militer Italia ke kawasan tersebut sudah diprediksi bukan untuk melindungi atau mendukung misi kemanusiaan, melainkan justru untuk membujuk para relawan agar menghentikan pelayaran.

Baca juga:

IP Xpose Indonesia: Satu Dekade Transformasi DJKI, Pelayanan Berbasis Digital

Tuduhan itu disampaikan langsung oleh Steering Committee Global Sumud Flotilla dalam pernyataan resminya pada Selasa (30/9/2025).

“Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Italia telah memberi tahu kami bahwa fregat angkatan laut yang membayangi armada-armada kami, melakukan panggilan tadi, dan menawarkan kesempatan kepada para peserta (pelayaran) untuk meninggalkan kapal dan kembali ke pantai sebelum mencapai apa yang disebut sebagai zona kritis,” demikian bunyi pernyataan resmi yang diterima para delegasi

Steering Committee menegaskan bahwa langkah Italia tidak lain merupakan upaya sabotase terhadap misi kemanusiaan yang melibatkan relawan dan aktivis dari 45 negara tersebut.

Hingga Rabu (1/10/2025) malam, laman pemantauan resmi Global Sumud Flotilla mencatat 45 kapal telah memasuki zona kritis pertama atau yellow zone, yang berada pada radius 300 mil laut dari Gaza. Armada diperkirakan akan mencapai zona kritis kedua pada jarak 100 mil laut dari Gaza pada Rabu malam atau Kamis (2/10/2025).

Misi Global Sumud Flotilla sendiri bertujuan menembus blokade maritim Israel atas Gaza, dengan membawa bantuan kemanusiaan serta menggalang solidaritas internasional untuk rakyat Palestina. Namun, sejarah menunjukkan bahwa setiap upaya serupa kerap dihadang, baik oleh otoritas militer Israel maupun negara-negara sekutu yang mendukung blokade tersebut.

Baca juga:

Kontribusi Besar; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Topang Ekonomi Gorontalo

Ketegangan semakin meningkat setelah sebuah kapal militer Israel dilaporkan menabrak salah satu perahu flotilla. Tabrakan itu dilakukan usai manuver berbahaya yang nyaris memicu insiden besar di Laut Mediterania.

Target serangan tersebut adalah perahu bernama ALMA dan SIRIUS. Menurut laporan resmi dari panitia flotilla, tabrakan itu merusak sistem komunikasi dan sejumlah perangkat elektronik kapal.

“Sebuah kapal militer Israel baru saja menabrak perahu yang mengintimidasi, merusak sistem komunikasi, dan membuat manuver sangat berbahaya di sekitar kepala perahu ALMA dan SIRIUS,” demikian pernyataan tim Global Sumud Flotilla, Rabu (1/10/2025).

Meski menghadapi kerusakan teknis, tidak ada laporan korban luka. Para relawan dan aktivis kemanusiaan yang berada di atas kapal menegaskan tetap melanjutkan perjalanan menuju Gaza. “Tidak ada yang terluka dan mereka terus pergi ke Gaza untuk mematahkan pengepungan serta menciptakan lorong kemanusiaan,” lanjut pernyataan resmi.

Global Sumud Flotilla, yang berisi relawan dari 45 negara, sejak awal berkomitmen membawa bantuan kemanusiaan dan menembus blokade laut Israel atas Gaza. Namun perjalanan mereka terus diwarnai intimidasi, baik dari patroli angkatan laut maupun serangan langsung seperti yang terjadi kali ini.

Hingga berita ini diturunkan, Israel belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tabrakan tersebut. Sementara itu, komunitas internasional terus memantau jalannya misi yang kini dianggap sebagai simbol solidaritas global untuk rakyat Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *