Munafri Tegaskan Kebersihan Kota Tanggung Jawab Kolektif, 100 Ribu Biopori Siap Ditanam

Jumat, 1 Agustus 2025 16:18 WITA | Lukman Hakim

MAKASSAR,-INFOO24JAM,– Pemerintah Kota Makassar terus memantapkan langkah menuju kota bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen ini saat memimpin Rapat Koordinasi Teknis bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku (Pusdal LH SUMA), Dr. Azri Rasul, di Balai Kota Makassar, Jumat (1/8/2025).

Dalam arahannya, Munafri menekankan bahwa pengelolaan kebersihan dan lingkungan hidup tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak, mulai dari SKPD, camat, lurah, hingga RT dan RW, harus berkolaborasi membangun ekosistem kota yang bersih dan sehat.

“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan ego sektoral. Adipura bukan hanya seremoni atau dokumentasi formalitas. Ini soal pembuktian nyata bahwa Kota Makassar benar-benar bersih, sehat, dan tertata,” tegas Munafri.

Ia mengungkapkan bahwa Makassar kini masuk dalam radar pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu kandidat penghargaan Adipura. Oleh karena itu, dibutuhkan langkah nyata dan terukur, termasuk program unggulan 100.000 Biopori untuk Makassar.

“Setiap RT wajib memiliki biopori. Selain itu, perlu ada Eco Enzyme, unit proses, dan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik. Ini bagian dari ekosistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:

Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi UNG Bahas Peran APBN dalam Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi

Munafri juga menargetkan pertumbuhan bank sampah dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di seluruh kecamatan. Jalur-jalur utama kota akan diprioritaskan untuk pembuatan biopori, dengan petugas penyapu jalan dilibatkan langsung dalam pemeliharaan.

Selain pengelolaan sampah, Pemkot Makassar berencana menata ulang taman kota melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga. Beberapa taman akan mulai didesain ulang tahun ini, sementara penataan kawasan pedestrian juga menjadi perhatian khusus.

Baca juga:

Hilal Awal Ramadan 1446 H Tidak Terlihat di Gorontalo

“Ke depan, kendaraan yang menyesuaikan dengan hak pejalan kaki, bukan sebaliknya. Pengelolaan taman juga harus terintegrasi dan memiliki sistem pengawasan yang baik,” ujar Munafri.

Menutup arahannya, ia kembali menegaskan bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kolektif.
“Kebersihan bukan cuma urusan DLH atau Wali Kota. Ini tanggung jawab semua, dari SKPD hingga masyarakat. Kalau kita kompak dan punya komitmen, insya Allah Makassar bisa lebih bersih dan berdaya,” tutupnya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *