Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

JAKARTA, INFOO24JAM – Kongres ke -4 Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI) resmi menetapkan Prof. Bahri sebagai Ketua Umum P3SI periode 2025–2029.
Dosen Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) tersebut terpilih melalui proses pemilihan yang berlangsung dalam agenda Kongres P3SI di Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jumat (04/07/2025).
Kegiatan kongres tersebut bagian dari dua agenda utama P3SI, yaitu Kongres Organisasi dan Seminar Nasional, yang digelar selama dua hari, 4-5 Juli 2025.
Agenda kongres pada hari pertama meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus lama dan pembaruan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pembahasan program kerja, serta pemilihan ketua umum baru.
Presidium sidang pada saat itu, Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP UPRI Makassar, Marwan menyampaikan bahwa pemilihan tersebut berlangsung secara demokratis.
Lanjut, Prof. Bahri tersebut diamahkan oleh peserta kongres untuk melanjutkan periode kepemimpinan di P3SI hingga akhir periodenya selesai.
“Dipercaya oleh mayoritas peserta kongres untuk memimpin organisasi nasional ini, selama empat tahun ke depan,” ucap Marwan, Sabtu (05/07/2025).
Menurut Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP UPRI Makassar, selain aktif sebagai akademisi di kampus UNM, Prof. Bahri juga menjabat sebagai Wakil Dekan III FIS-H UNM dan juga dikenal luas diberbagai kalangan.
“Karena beliau dikenal luas atas kiprahnya dalam pengembangan pendidikan sejarah di tanah air,” ucapnya.
Pemilihan ketua umum tersebut menjadi salah satu momen penting dalam arah strategis P3SI ke depan.
“Terutama dalam merespon dinamika kurikulum, digitalisasi pendidikan, serta penguatan jejaring antar prodi sejarah se-Indonesia,” tambahnya.
Kegiatan kongres tersebut diikuti oleh perwakilan program studi Pendidikan Sejarah dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Adapun seminar Nasional yang digelar pada hari kedua, Sabtu (5/7/2025), menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi untuk membahas tema-tema strategis dalam pendidikan sejarah kontemporer. (Irwan)