Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

JAKARTA- Inspektur Muda Kejaksaan Agung, Dr. Efendi, S.H., M.H berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada (Selasa, 27 Mei 2025 ) .
Putra Kelahiran Sidrap Sulawesi Selatan itu meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dengan predikat CUMLAUDE di Ruang Sidang Khusus Program Pascasarjana Doktoral IPDN Jakarta yang dipimpin oleh Prof. Dr. Muh. Ilham, M.Si., dan diakhiri dengan penyerahan kelulusan oleh Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si
Dr. Efendi bukanlah sosok baru dalam dunia penegakan hukum. Ia dikenal telah melanglang buana dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dengan berbagi posisi strategis di institusi Kejaksaan Tinggi
Kariernya dimulai sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sigli pada tahun 2016–2017, dilanjutkan sebagai Kajari Pidie (2017–2020). Tak berhenti di sana, ia dipercaya sebagai Kasubdit Pengembangan SDM TI di Kejaksaan Agung (2020–2024), Inspektur Muda I (2024), hingga kini menjabat sebagai Inspektur Muda Keuangan I pada Inspektorat Keuangan III Kejaksaan Agung

Siapa sangka di balik perannya sebagai jaksa senior, Dr. Efendi, S.H., M.H. juga menjadi pemikir tajam dalam mencegah korupsi di level akar rumput, Melalui disertasinya yang berjudul “Collaborative Governance dalam Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa di Indonesia”
Efendi mengusulkan pendekatan collaborative governance sebagai solusi alternatif dalam menyelesaikan persoalan korupsi dana desa yang selama ini menjadi factor penghambat kemajuan pembangunan desa di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan bekal pengalaman panjang di bidang penegakan hukum dan wawasan akademis yang tajam, Dr. Efendi tak hanya tampil sebagai jaksa profesional, tetapi juga sebagai pemikir strategis yang membawa angin segar dalam upaya pemberantasan korupsi di desa.
“ korupsi dana desa memiliki dampak langsung terhadap keberhasilan pembangunan di level akar rumput. Tanpa sistem pencegahan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel, penggunaan dana desa akan rawan penyimpangan,”Cetus Efendi
Dalam Proses penelitianya Efendi menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan informan kunci. Data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, hingga penarikan kesimpulan, serta divalidasi dengan teknik triangulasi
Dirinya juga mengklaim jika Korupsi dana desa menjadi salah satu ancaman terbesar terhadap pembangunan di tingkat akar rumput. Penelitian ini membuktikan bahwa upaya pencegahan tidak bisa dijalankan secara sektoral, melainkan perlu sinergi lintas pihak. Kolaborasi yang melibatkan akademisi, media, masyarakat, dan pemerintah dinilai lebih efektif membangun sistem pengawasan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
Dengan hasil sidang yang menyatakan predikat Cumlaude, Dr. Efendi, S.H., M.H. resmi menjadi Doktor Ilmu Pemerintahan ke-328 IPDN Kemendagri—membawa harapan besar akan peran penegak hukum dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas.
Nasehat Akademik Yang disampaikan oleh Prof. Dr. Murtir Jeddawi, SH., M.Si., kepada Dr. Efendi, S.H., M.H., setelah melewati tahapan panjang studi yang penuh dengan dinamika tuntutan dan tantangan akhirnya Saudara berhak menyandang gelar Doktor Ilmu Pemerintahan; dan sejak hari ini, Selasa tanggal 27 Mei tahun 2025 Saudara resmi dinyatakan sebagai Doktor Ilmu Pemerintahan yang ke 328 dengan atas disertasi yang Saudara pertahankan dihadapan Komisi Penguji sidang terbuka.
“ Kembangkanlah pendekatan disiplin Ilmu Pemerintahan yang Saudara dapatkan selama mengikuti Program Studi Doktor Ilmu Pemerintahan, khususnya dalam konsep dan model collaborative governance dalam pencegahan korupsi dana desa. Ingatlah bahwa dengan pengetahuan dan gelar ini, Saudara kini mengemban tanggung jawab yang berat untuk berkontribusi pada masyarakat dan pemerintahan dengan integritas dan kearifan,” Tutup Prof Murtir Jeddawi
Turut hadir sahabat dari Alumni Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN Angkatan 11, keluarga besar dari Kejaksaan Agung RI, PP Pelti, IKA FH UMI Jabodetabek, dan IKA SMA Kelas Khusus Sulsel, serta ucapan selamat dari wartawan dan pimpinan media Aspirasi Publik