Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Gorontalo – Puluhan orang perwakilan dari tiga jejaring peneliti mengikuti pertemuan peer-to-peer untuk memperkuat kolaborasi, Jumat (31/1/2025). Forum yang menghubungkan Jaringan Peneliti Indonesia Timur, Jaringan Disabilitas, dan Jaringan Peneliti/Pemimpin Muda ini bertujuan membangun sinergi antara peneliti dan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan pembangunan berbasis riset.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 17.00 WITA di Zarona Coffee tersebut dihadiri oleh 25 anggota yang berasal dari kalangan akademisi dan LSM, serta 5 perwakilan dari Jaringan Disabilitas. Kehadiran mereka dinilai sebagai langkah strategis untuk mengonsolidasikan potensi riset agar lebih inklusif, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Focal Point Jaringan Peneliti Provinsi Gorontalo, Dr. Hijrah Lahaling, SHI., MH, dalam sambutannya menekankan bahwa forum ini dirancang sebagai jembatan yang menghubungkan para peneliti, akademisi, dan pemerintah.

“Kehadiran yang beragam hari ini, termasuk dari kawan-kawan disabilitas, memperkaya perspektif kita. Melalui sinergi ini, hasil-hasil penelitian yang selama ini hanya berhenti di kampus atau jurnal bisa ditindaklanjuti menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan publik,” ujar Dr. Hijrah.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem riset yang kolaboratif dan berkelanjutan. “Kita ingin memastikan bahwa riset tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga aplikatif dan kontributif terhadap pembangunan daerah,” pungkasnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari ruang berbagi pengetahuan yang inklusif, memperkuat kolaborasi riset lintas isu, serta mendorong terbangunnya sinergi berkelanjutan antarjaringan peneliti di kawasan Indonesia Timur. Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini akan segera disusun untuk memastikan agenda kolaborasi dapat diimplementasikan.