Driver Ojol Ngamuk Gegara Rating, Customer Ngaku Dipaksa Bintang 5

Jumat, 16 Mei 2025 17:05 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, – Sebuah video yang memperlihatkan seorang driver ojek online (ojol) marah-marah kepada pelanggan karena diberi rating bintang satu menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @awramee dan menuai berbagai reaksi dari warganet.

Insiden bermula saat driver ojol tersebut mengantar pesanan makanan ke rumah pelanggan. Usai mengantar, sang driver meminta secara langsung agar diberikan rating bintang lima. Bahkan, ia menolak pergi dari depan rumah pelanggan sebelum permintaannya dipenuhi.

Merasa tidak nyaman dan ingin menghindari konflik, pelanggan itu pura-pura memberikan rating bintang lima agar sang driver segera meninggalkan lokasi. Namun, sebagai bentuk protes karena merasa dipaksa, pelanggan tersebut justru memberikan bintang satu rating terendah dalam sistem penilaian layanan.

Tak lama setelahnya, driver ojol kembali mendatangi rumah pelanggan. Ia marah dan meluapkan emosinya di depan pintu rumah karena merasa dibohongi dan kecewa dengan rating yang diberikan. Dalam video, terlihat sang driver mengenakan jaket biru dan topi, serta sempat membuka sebagian pintu rumah saat melayangkan protes dengan kata-kata kasar.

Peristiwa cekcok tersebut berakhir saat driver akhirnya meninggalkan lokasi setelah meluapkan emosinya. Hingga kini, belum diketahui secara pasti di mana kejadian itu berlangsung. Namun, video tersebut telah menyebar luas dan memicu perdebatan di media sosial.

Sejumlah netizen menyayangkan tindakan pelanggan yang memberikan rating bintang satu. Menurut mereka, rating rendah bisa berdampak serius terhadap pendapatan driver ojol, bahkan berpotensi menyebabkan akun mereka terkena suspend.

Baca juga:

Makassar Gaungkan APPS LONTARA: Transformasi Digital dan Pelayanan Publik Terpadu

“Jangan kasih bintang satu apapun alasannya. Itu bisa mematikan rezeki orang,” tulis akun @bra***.

“Mereka butuh rating bagus buat dapat orderan. Kalau pun kesal, kasih bintang empat aja,” komentar akun @non***.

Baca juga:

Teguran Keras untuk Camat Tibawa: Jika Tidak Bisa Bekerja, Jangan Ganggu Orang yang Sedang Bekerja

“Kasihan kalau dikasih bintang satu, bisa kena suspend. Itu cuma rating, bukan tips,” ujar akun @dew***.

“Kamu juga salah ngasih bintang satu. Kadang customer juga kurang paham susahnya cari nafkah,” tulis akun @ely***.

“Lagian abang itu juga keterlaluan. Kalau pas nganter gak rese, ya kasih aja bintang lima,” ujar akun @kis***.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena mencerminkan ketegangan yang kerap terjadi dalam interaksi antara pekerja layanan digital dan konsumen. Banyak yang mengingatkan pentingnya empati dalam memberikan penilaian layanan, sekaligus menyoroti etika profesional dalam menjalankan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *