Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

MAKASSAR, INFOO24JAM – Pemerintah Kota Makassar terus bergerak cepat mengatasi persoalan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan komitmennya agar tidak ada satu pun siswa yang terlantar akibat sistem zonasi dan keterbatasan kuota sekolah negeri.
Munafri yang hadir bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham Dalam pertemuan bersama Komisi D DPRD Kota Makassar di Balai Kota, Kamis (24/7/2025),menggaris bawahi pentingnya pemerataan daya tampung antar sekolah.
“Kami tidak ingin ada anak yang tidak sekolah hanya karena tidak tertampung. Semua berhak mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
Salah satu langkah konkret, kata Munafri, adalah pengoptimalan sekolah-sekolah yang kurang diminati, kerja sama dengan sekolah swasta, dan pengiriman langsung Kepala Dinas Pendidikan ke Jakarta untuk mengurus penambahan rombel yang sesuai aturan Dapodik.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, mengapresiasi upaya Pemkot namun mengingatkan masih adanya ketimpangan akses di beberapa wilayah seperti Mamajang, Mariso, dan Tamalate.
“Kita dorong penguatan transportasi pelajar dan penambahan unit sekolah baru di kawasan padat,” tegasnya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Makassar, Achi Soleman, melaporkan masih ada 858 siswa belum tertampung di sekolah negeri.
Ia memastikan pihaknya terus memaksimalkan jalur dan kuota sekolah hingga akhir tahapan SPMB pada 31 Agustus 2025.
Dengan kolaborasi antara Pemkot, DPRD, dan Kementerian, Pemkot Makassar menargetkan penyelesaian tuntas permasalahan penerimaan siswa tahun ini.
“SPMB bukan hanya soal teknis, tapi cerminan keadilan pendidikan bagi seluruh warga,” pungkas Munafri.