Inspeksi Mendadak DPRD Makassar: Penuhi Janji kepada Pedagang Pasar Sawah
Sulsel

INFOO24JAM.ID, Batubara (Sumatera Utara) – Sebuah aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di tempat umum menggegerkan publik setelah rekamannya viral di media sosial. Seorang pria terekam CCTV tengah menganiaya istrinya di dalam sebuah minimarket, bahkan diduga memukul kepala korban dengan batu bata. Insiden ini terjadi di Desa Aras, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Video kejadian yang diunggah akun X @bacottetangga__ memperlihatkan seorang ibu berjilbab cokelat tengah menggendong bayi dan menggandeng seorang anak balita saat mengantre di kasir. Tiba-tiba, seorang pria yang merupakan suaminya datang dengan wajah penuh emosi dan langsung melayangkan pukulan. Korban berusaha menghindar sambil melindungi kepalanya, sementara pelaku tetap menyerang dan menunjuk-nunjuk wajah istrinya.
Ironisnya, kekerasan ini terjadi di siang hari dan disaksikan oleh beberapa orang di dalam minimarket. Namun, tidak ada yang berani bertindak untuk melerai atau menolong korban. Aksi brutal ini pun menuai kecaman luas dari netizen.
Netizen Geram, Warga Dinilai Apatis
Video tersebut sontak memicu reaksi keras warganet yang mengecam tindakan pelaku sekaligus menyoroti sikap warga sekitar yang terkesan pasif.
“Di depan umum saja sudah berani begitu, bagaimana kalau di rumah? Kasihan istrinya dan anak-anaknya. Buat para istri, kalau suami sudah main tangan, segera cari bantuan!” tulis akun @jul***.
Akun lain, @der***, menegaskan pentingnya kemandirian bagi perempuan. “Kalau suami sudah red flag seperti ini, lebih baik pisah. Allah pasti kasih rezeki dari mana saja. Itulah pentingnya perempuan punya skill agar tidak diperlakukan semena-mena.”
Sementara itu, sebagian netizen menyayangkan sikap warga yang tidak bertindak saat insiden terjadi. “Di sinetron orang-orang selalu bertindak heroik, tapi di dunia nyata kebanyakan diam saja. Padahal ini sudah terjadi di tempat umum,” ujar akun @dhe***.
Terkait kejadian ini, warganet mendesak pihak berwenang untuk segera turun tangan dan memberikan perlindungan kepada korban serta anak-anaknya. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih sigap dalam melerai kekerasan yang terjadi di ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah setempat terkait kasus ini.