Klarifikasi Kades Bogor Usai Videonya Viral: ‘Geli’ Bawa Nasi Berkat, Tak Berniat Menghina

Rabu, 26 Februari 2025 06:23 WITA | Ramansyah

INFOO24JAM.ID, Bogor – Sebuah video yang memperlihatkan seorang Kepala Desa (Kades) di Bogor mengaku geli membawa nasi berkat saat menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor viral di media sosial. Kades tersebut, Wiwin Komalasari dari Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik atas pernyataannya.

Dalam video yang beredar luas, Wiwin terlihat tertawa sambil memperlihatkan nasi berkat yang dibawanya. Ia bahkan menyebut bahwa ini adalah pertama kalinya ia membawa jomet—istilah lain dari nasi berkat.

“Assalamualaikum, ini baru kali ini saya bawa berkat. Seumur-umur, mau lihat nggak ini? Bawa berkat, jomet-jomet. Ibu bawa jomet ya? Mana jomet-nya? Geli ya?” ujar Wiwin sembari tertawa terbahak-bahak, disambut tawa beberapa kepala desa lainnya di sekitarnya.

Baca juga:

Teror Busur di Pam Tello, Polisi Ringkus Pelaku dan Sita Senjata Tajam

Namun, candaan tersebut justru memicu gelombang kritik dari netizen. Banyak yang menilai sikap Wiwin sebagai bentuk penghinaan terhadap tradisi nasi berkat, yang selama ini dikenal sebagai simbol berbagi dan kebersamaan dalam berbagai acara di masyarakat. Warganet pun menyayangkan pernyataan seorang pejabat publik yang dianggap tidak pantas.

Setelah menuai kecaman, Wiwin akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya, @ratuwk1414. Ia menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk meremehkan atau menghina nasi berkat.

“Sebetulnya, kita nggak ada niatan untuk menghina. Itu hanya seru-seruan. Nasi berkatnya dikemas dalam besek, dan kami tidak langsung makan di sana, tapi ditenteng dulu. Kita senang dan bercanda,” jelas Wiwin dalam videonya.

Ia juga meluruskan maksud kata ‘geli’ yang diucapkannya. Menurutnya, dalam konteks bahasa Sunda, ‘geli’ bisa berarti lucu atau sesuatu yang mengundang tawa, bukan jijik.

“Mungkin ada kata ‘geli’, tapi itu bukan berarti jijik. Maksudnya itu lucu. Saya sebagai orang Sunda sering mengungkapkan ‘ih lucu ya’, seru-seruan saja. Kami malah makan bareng di parkiran, sama sekali nggak ada niatan menghina,” tambahnya.

Baca juga:

Viral! Pengantin Wanita Lempar Celana Dalam ke Atap Rumah, Hujan Langsung Reda?

Meski telah memberikan klarifikasi, Wiwin tetap menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung.

“Saya minta maaf jika ada yang merasa tersinggung. Tapi saya pribadi tidak pernah berniat menghina,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam berbicara, terutama di era digital, di mana segala sesuatu dapat dengan mudah tersebar dan menimbulkan berbagai interpretasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *